Bunuh Lawan Politik, Rodrigo Diklim Gunakan Senjata Uzi yang Mampu Tembakkan 600 Peluru per Menit

Kesaksian seorang bekas pembunuh bayaran mengungkap sisi-sisi gelap Presiden Rodrigo Duterte selama ia menjabat walikota Davao, Filipina selatan.

Bunuh Lawan Politik, Rodrigo Diklim Gunakan Senjata Uzi yang Mampu Tembakkan 600 Peluru per Menit
TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Kesaksian seorang bekas pembunuh bayaran mengungkap sisi-sisi gelap Presiden Rodrigo Duterte selama ia menjabat walikota Davao, Filipina selatan.

Duterte bahkan diklaim pernah membunuh pejabat Kementerian Kehakiman, Jamisola, dengan senjata Uzi, sebagimana dilaporkan Deuteche Welle, Kamis (15/9/2016).

Menurut catatan Kompas.com, beberapa varian dari senjata Uzi adalah pistol mitraliur Uzi dengan laras sepanjang 254 mm.

Rata-rata tembakan senjata Uzi mencapai 600 peluru per menit menggunakan peluru 9 x 19 mm Parabellum dan 500 peluru per menggunakan peluru 45ACP.

Duterte diklaim memerintahkan pembunuhan terhadap pegawai departemen kehakiman dan musuh politiknya selama menjabat walikota Davao.

Tudingan tersebut dilayangkan oleh bekas pembunuh bayaran yang dipekerjakan Duterte, Edgar Matobato.

Dalam rapat dengar pendapat di Senat, Kamis (15/9/2016), yang disiarkan televisi nasional, Matobato mengklaim dirinya bersama sekelompok aparat polisi dan bekas gerilyawan komunis terlibat pembunuhan 1.000 orang.

Pembunuhan itu dilakukan selama 25 tahun atas perintah Duterte, salah seorang korban bahkan dijadikan santapan hidup buaya, sebagaimana dilaporkan Kompas.com, sebelumnya.

"Tugas kami adalah membunuh kaum kriminal seperti pengedar narkoba, pemerkosa, dan penculik," ujarnya sembari menambahkan sebagian korban merupakan musuh politik Duterte dan putranya.

Matobato berkisah, tahun 1993 dia dan jagal lainnya sedang mengemban misi ketika dicegat di jalan oleh Biro Investigasi di Kementerian Kehakiman.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved