'Bentrok' Massa Pendukung Cagub DKI dengan Polisi di Kantor KPU Pusat Jakarta

Kericuhan terjadidi Kantor KPU Pusat, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat antara massa pendukung salah satu pasangan Cagub DKI dengan anggota kepolisi.

'Bentrok' Massa Pendukung Cagub DKI dengan Polisi di Kantor KPU Pusat Jakarta
tribunnews.com/Theresia Felisiani
Kericuhan terjadi Sabtu (17/9/2016) pagi di Kantor KPU Pusat, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat antara massa pendukung salah satu pasangan calon Gubernur DKI dengan anggota kepolisian. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kericuhan terjadi Sabtu (17/9/2016) pagi di Kantor KPU Pusat, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat antara massa pendukung salah satu pasangan calon Gubernur DKI dengan anggota kepolisian.

Awalnya puluhan massa mendatangi kantor KPU yang dijaga oleh anggota kepolisian.

Lalu masa berdialog dengan polisi sampai akhirnya massa ‎diperbolehkan menemui Ketua KPU.

Rombongan massa dengan pengawalan ketat anggota Polri naik ke lantai dua gedung KPU Pusat, menuju ruang sidang utama dan diterima oleh Ketua KPU beserta komisionernya.

Disana massa menyatakan bahwa ada praktek kecurangan, rekayasa hingga money politik dalam Pilkada DKI Jakarta.

Kemudian koordinator massa menyampaikan empat tuntutan yakni : menolak hasil pemilihan kepala daerah, menuntut dilakukan pilkada ulang di seluruh TPS.

Meminta Polri melakukan penyelidikan serta penyidikan para proses kecurangan.

Terakhir massa meninta agar Polri menindak tegas siapapun yang terlibat dalam praktek kecurangan.

"Kami terima aspirasi bapak sekalian, akan kami tampung dulu," kata Ketua KPU.

Massa yang sudah emosi tidak terima karena KPU dinilai lamban, akhirnya massa mengamuk di ruang sidang.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help