Angka Lakalantas di Batam Tinggi, Setiap Hari Satu Kecelakaan, Ini Penyebabnya

Kasus lakalantas di Batam berdasar data Polda Kepri terbilang tinggi, setiap hari terjadi lakalantas. Ini penyebabnya

Angka Lakalantas di Batam Tinggi, Setiap Hari Satu Kecelakaan, Ini Penyebabnya
TRIBUN BATAM/IMAN
Pimpinan Direktorat Lalulintas Polda Kepri berkunjung ke Redaksi Tribun Batam, Rabu (11/11/2015) di Batuampar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus kecelakaan lalu lintas marak terjadi di Kepri. Dari tahun ke tahun angka kecelakaan di darat mengalami peningkatan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri, Kombes Pol Edy Yudianto mengatakan, kebanyakan kasus kecelakaan itu terjadi di Batam. Setiap harinya ada satu kasus. Dominan korban pengendara sepeda motor dan usia produktif.

"Secara nasional angka kecelakaan di Kepri memang rendah dibandingkan dengan Jawa Tengah atau provinsi lainnya. Tapi di Batam memang tinggi, sehari sekali. Sebulan sampai 30 kali," kata Edy kepada wartawan, baru-baru ini.

Dari data diketahui, jumlah kasus kecelakaan di Kepri pada Agustus 2016 tercatat sebanyak 99 kasus dengan 13 orang meninggal dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 65 di antaranya terjadi di Batam dengan jumlah meninggal tujuh orang.

Pada Juli 2016, terjadi sebanyak 91 kasus kecelakaan di Kepri, dengan korban meninggal 13 orang. 71 kasus terjadi di Batam, tujuh orang meninggal dunia. Untuk data kecelakaan Januari hingga Juni 2015 kemarin, jumlah kasus kecelakaan sebanyak 316 kasus. Di periode yang sama 2016, jumlahnya meningkat jadi 393 kasus.

"Ya, dari tahun ke tahun angka kecelakaan lalu lintas di darat memang mengalami peningkatan. Salah satu faktornya karena bertambahnya jumlah kendaraan di jalan," ujarnya.

Kasus kecelakaan yang terjadi di Kepri ini, berbanding lurus dengan besaran dana santunan yang dibayarkan Jasa Raharja. Diakui Kepala Cabang Jasa Raharja Kepri, Haryo Pamungkas, ada peningkatan besaran dana santunan yang dibayarkan pihaknya kepada korban kecelakaan.

"Ada peningkatan sebesar 33 persen. Periode Januari hingga Agustus 2015, yang kami bayarkan sebesar Rp3,7 miliar untuk 307 orang. Periode yang sama 2016, besarannya hampir Rp5 miliar dengan jumlah korban 441 orang," kata Haryo.

Dari kasus kecelakaan itu, korban luka-luka paling banyak terjadi. Sepanjang Januari-Agustus 2016, diketahui ada 333 orang yang mengalami luka-luka. Sedangkan pada periode yang sama 2015, ada 214 orang yang mengalami luka-luka.

"Dari jumlah orang yang kecelakaan dan besaran dana yang dibayarkan Jasa Raharja, memang ada peningkatan. Di sini kami melihat ada upaya kesadaran masyarakat, untuk segera melapor begitu terjadi kecelakaan," ujarnya.

Sejauh ini dari pihak kepolisian maupun Jasa Raharja tidak tinggal diam. Secara instansi sudah banyak kegiatan yang dilakukan untuk menekan tingginya angka kecelakaan di Kepri khususnya Batam. Cara yang dilakukan itu dengan memberikan penyuluhan safety riding di sekolah-sekolah, kampus maupun perusahaan. Termasuk seminar Police and Jasa Raharja Go To Campus yang akan diselenggarakan Selasa (20/9) di Politeknik Negeri Batam.

"Jadi tugas kami di sini bukan hanya untuk penegakan hukum saja. Tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tata cara keselamatan berkendara yang baik. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan di Kepri," kata Edy lagi. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved