Hajah Aminah Masih Ditinggal di Mekah, Ini Penjelasan Bupati Karimun

Seorang jemaah haji asal Karimun bernama Aminah masih berada di Mekkah, ini penjelasan Bupati Karimun saat penjemputan haji, Minggu (18/9/2016)

Hajah Aminah Masih Ditinggal di Mekah, Ini Penjelasan Bupati Karimun
tribunbatam/rachta yahya
Aminah, jemaah haji Karimun yang masih ditinggal di Mekkah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUNBupati Karimun, Aunur Rafiq menyambut kepulangan jamaah haji Kabupaten Karimun langsung di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (18/9/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun begitu, seorang jamaah haji Karimun atas nama Hajjah Aminah terpaksa ditinggalkan di Arab Saudi setelah diketahui mengalami sakit dan belum diperkenankan pulang ke tanah air. Dengan begitu, jamaah haji Karimun yang pulang ke tanah air sebanyak 127 orang.

“Mari bersama-sama kita doakan ibu hajjah aminah agar cepat sembuh dan bisa pulang bersamaan dengan kloter jamaah haji indonesia lainnya. Saat ini, beliau masih dirawat di rumah sakit di arab saudi,” ujar Rafiq saat memberikan sambutan di Masjid Agung Kabupaten Karimun, jalan Poros, Tanjungbalai Karimun, Minggu sore.

Rafiq juga meminta jamaah haji mengambil pelajaran yang berharga dari 40 hari pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Rafiq berharap, keburukan selama pelaksanaan haji tidak diceritakan, ia khawatir hal itu akan membuat takut para calon haji Karimun lainnya di masa akan datang, sehingga tidak mau berangkat haji meski sudah mampu secara materi.

“Ceritakan yang baik-baik saja, dorong dan semangati masyarakat lainnya untuk segera berangkat menunaikan ibadah haji, yang buruk-buruknya disimpan saja, nanti kalau diceritakan, warga jadi takut mau naik haji,” kata Rafiq.

Sementara itu, seorang perwakilan jamaah haji, Nasrum mengatakan banyak suka dan duka yang dialami jamaah haji asal Karimun selama di tanah suci, Mekah dan dan Madinah. Salah satunya suhu yang cukup ekstrem, tembus mencapai angka 50 derajat Celcius.

Namun di satu sisi, dirinya merasakan sangat berat saat harus meninggalkan tanah suci untuk kembali ke tanah air. Ada ketakutan, ia akan kembali tergoda dengan maksiat-maksiat dunia yang ia tidak pikirkan selama berada di tanah suci, Mekah dan Madinah.

“Selama 40 hari melaksanakan ibadah haji, saya dan kawan-kawan jamaah haji karimun lainnya merasakan begitu ditempa menjadi hamba Allah SWT yang taat dan tidak memikirkan dunia. Bagaimana lautan manusia dengan pakaian serba putih berkumpul di padang arafah, seakan-akan kita tengah berada di padang mahsyar menunggu pengadilan Allah SWT. Berat hati rasanya meninggalkan tanah suci,” kata Nasrum. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help