Kasus Perusakan Rumah Warga di Simpang Kampung Cate, Polresta Berdalih Sudah Periksa 15 Saksi

Soal perusakan rumah warga simpang Kampung Cate, Polresta Batam berdalih sudah periksa 15 saksi. Namun belum jelaskan hasil pemeriksaannya

Kasus Perusakan Rumah Warga di Simpang Kampung Cate, Polresta Berdalih Sudah Periksa 15 Saksi
tribunbatam/ian pertanian
Rosnam menunjukkan kaca rumahnya yang pecah dirusak massa beberapa waktu lalu 

BATAM TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sejak dilaporkan kasus perusakan rumah pada Juli 2016 lalu, oleh pemiliknya yakni Tuanku Khalifah Rosnam Bukhari, yang ada di simpang Kampung Cate,Galang, Polresta Barelang sudah memanggil 15 saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

"Semenjak laporan pengerusakan rumah kita terima, sampai saat ini sudah 15 orang saksi yang sudah kita periksa," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Minggu (18/9/2016).

Dia juga menjelaskan sampai sejauh ini untuk saksi yang yang sudah di panggil, belum ada satupun yang bisa memberikan keterangan siapa yang melakukan pengerusakan rumah tersebut.

"Kita masih kurang saksi yang melihat siapa yang melakukan pengerusakan terhadapp rumah Tuanku Khalifah Rosnam Bukhari,"kata Memo.

Seperti diberitakan sebelumnya, jendala kaca dihancurkan, tralis jendala di bongkar, dan atap rumah hancur, seperti inilah gambaran rumah milik Tuanku Khalifah Rosnam Bukhari, yang ada di simpang Kampung Cate,Galang, setelah dirusak ratusan orang yang mengatas namakan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Pengerusakan rumah tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Barelang pada bulan July 2016 lalu, dengan nomor laporan LP -B/90/VII/2016/Kepri/SPK - Polresta Barelang. Namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian.

Tuanku Khalifah Rosnam Bukhari, yang akrab di sapa Rosman, tersebut menuturkan kronologis kejadian dimana awalnya kejadiannya saat pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan pengerjaan pembangunan jalan ke kampung Cate melalui tanahnya.

"Saat mereka hendak membangun, saya minta agar pemerintah memberikan ganti rugi terhadap tanah saya yang dipakai untuk jalan ke Kampung Cate,"kata Rosnam.

Rosnam, tidak mempermaslahkan pembuatan jalan tersenut melintas dari tanahnya, yang menjadi persoalannya adalah, saat pembuatan jalan tersebut banyak tanaman yang dia tanam harus di hilangkan."Lahan saya yang dipakai kurang lebih 750 meter, kalai lebar jalan, jadi banyak tanaman yang harus di buang,"terangnya.

Namun sampai saat ini belum ada ganti rugi dari pemerintah, malah rumahnya yang ada di simpang Kampung Cate, dirusak massa."Saya tidak tahu siapa warga yang merusak rumah saya, mereka kurang lebih 200 orang, satupun tidak ada yang saya kenal,"kata Rosnam.

Rosnam juga menjelaskan sudah melaporkan hal tersebut ke Polresta Barelang, namun sampai saat ini belum juga ada tindakan. "Kami berharap pihak kepolisian bisa menangkap siapa yang merusak rumah saya, karena kami juga tidak merasa nyaman dengan kejadian tersebut,"kata Rosnam.

Rosnam juga menuturkan selama ini mereka tidak pernah ada masalah dengan masyarakat kampung cate. "Di sini kondisinya damai, ini hanya ada orang-orang luar saja yang buat kita tidak nyaman," kata Rosnam. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help