Aksi Demo Hebohkan Kejati Kepri, Ini Tuntutan Pengunjuk Rasa

Pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Gravis berdemo di Kejati Kepri, ini tuntutannya

Aksi Demo Hebohkan Kejati Kepri, Ini Tuntutan Pengunjuk Rasa
istimewa/websitekejaksaantinggi kepri
Andar Perdana Widiastono 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Gerakan Aktivis (Gravis) Kepri melakukan aksi demo tutup mulut dan meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Andar Perdana dicopot. Aksi dilakukan Gravis Kepri dengan membawa sejumlah sepanduk di Kejati Kepri, Selasa (21/9/2016).

Aksi demo yang dilakukan, sebagai bentuk tidak jelasnya kinerja Kajati Kepri, dalam penegakan hukum Korupsi dan pidana umum di Kepri serta banyak melakukan tebang pilih dan berpihak.

‎Billy Muswarah selaku korlap demo mengatakan, aksi demo dengan tutup mulut yang dilakukan sebagai bentuk mati dan tidak jelasnya kinerja Kejaksaan Tinggi Kepri, dalam penegakan hukum dalam kasus Korupsi dan pidana umum lainya di Kepri.

Menurut Billy, puluhan kasus dugaan Korupsi yang di Pulbaket dan diselidiki pihak Kejaksaan di Kepri dan kabupaten/kota di Kepri tidak jelas tindak lanjutnya.

"Semester II tahun 2016, dari 8 tersangka Korupsi yang sudah ditetapkan, belum satu berkas-pun yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan. Padahal sudah lama mereka ditetapkan jadi tersangka," ujar Billy.

Dalam perkara Pidana Umum, tambah dia oknum JPU di Kejati Kepri juga diduga banyak melakukan praktek dagang perkara, dengan melakukan tebang pilih dalam penanganan dan penuntutanya.

Hal itu kata Gravis, terlihat dalam Kasus Pidana Umum Narkoba di PN Batam, Kasus Pidana Umum Lingkungan Pulau Bokor dengan tersangka Abob yang hingga saat ini tak kunjung dihadirkan JPU Kajati di PN.Batam. Kasus Obat-obatan Cina Tanpa SNI dan Izin Edar di PN Tanjungpinang.

"Demikian juga adanya perbedaan tuntutan dalam kasus Pelayaran, Kapal penyeludup KM.Karisma Indah dan KM Kawal Bahari, yang terkesan JPU memihak terdakwa KM Karisma Indah atas tuntutnya yang siper ringan, sementara terdakwa KM Kawal Bahari dikenakan denda, serta barang bukti KM Karisma Indah yang dipinjam pakaikan Kejaksaan tanpa penetapan dari Pengadilan Tanjungpinang," terangnya.

Atas dasar sejumlah kejanggalan kinerja Kajati Kepri ini, tambah Billy, Gravis meminta Kejaksaan Agung RI, mencopot Kepala Keti Kepri Andar Perdana karena dinilai tidak memiliki kredibiltas dan prestasi dalam penegakan hukum di Kepri.

"‎Kami meminta Kejaksaan Agung agar mencopot kepala Kajati Kepri, serta memeriksa JPU di Kejati Kepri yang melakukan praktek dagang hukum, terhadap sejumlah kasus yang ditangani," ujarnya.

Gravis juga meminta, agar kejaksaan menegakan ‎supremasi hukum tanpa tebang pilih terkait kasus penyelundupan‎ dan beberapa kasus korupsi di wilayah Kepri.

Kajati Andar dimintai keterangan soal aktifitas demo mengaku tidak menanggapinya. ‎Menurutnya, demo yang dibawa mereka tidak cukup mewakili suara masyarakat.

"Cuma berapa sih yang demo. Apa mereka cukup mewakili suara masyarakat," kata Kajati Andar Perdana dikonfirmasi. (*) 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help