Daripada jadi Tempat Prostitusi, Ruko di Kawasan Jodoh Diminta Digembok Saja Jika tak Berpenghuni

Terkait, ruko milik Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang berada di kawasan belakang BCA Sei Jodoh masih menjadi polemik.

Daripada jadi Tempat Prostitusi, Ruko di Kawasan Jodoh Diminta Digembok Saja Jika tak Berpenghuni
tribunnews batam/anne maria
Tenda Polisi didirikan pasca-penertiban praktik prostitusi di Kawasan Ruko Belakang BCA Jodoh, Batam, Kamis (22/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terkait, ruko milik Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang berada di kawasan belakang BCA Sei Jodoh yang dijadikan tempat prostitusi masih menjadi polemik.

Pasalny, ruko yang ditinggalkan begitu saja dimanfaatkan oleh orang-orang tertuntu untuk mengambil keuntungan.

Ruko tersebut mereka sekat-sekat dan dijadikan tempat praktik prostitusi.

Untuk sekali kencan, mereka memberi tarif Rp 10 ribu untuk uang sewa ruko.

Komisi 1 DPRD Kota Batam Harmidi Umar Husen mengatakan, hal seperti ini yang mengakibatkan tingginya tindak kriminal. Memang selama ini pihak intansi tekait sudah melakukan razia rutin. Tetapi dalam hal ini, yang seharusnya solusi harus diberikan kepada mereka.

"Kita akan cari waktu untuk hearing bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) se-Kota Batam terkait masalah ini," sebutnya.

Selain itu, Harmidi juga menghimbau kepada camat dan lurah untuk memberdayakan perangkat RT dan RW di lokasi tersebut.

Jika dari prangkat RT Sudah melakukan pekerjaan yang terbaik. Dipastikan hal seperti itu tidak akan ada.

"Lurah paling kita tekankan disini, karena harus ada upaya mereka untuk memberdayakan RT," sambungnya.

Terakhir ia meminta, jika pun ruko tersebut tidak dihuni, kepada pemilik ruko diharapkan untuk mengunci ruko.

"Kunci saja, jangan sampai ada yang memanfaatkan ruko kosong ini," tukasnya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved