Impor Mobil Build Up ke Batam Turun Drastis. Ini Daftar Perusahaan yang Paling Banyak Impor Mobil

Jumlah mobil impor completely build up (CBU) yang masuk melalui pelabuhan Batam pada periode 2016, merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Impor Mobil Build Up ke Batam Turun Drastis. Ini Daftar Perusahaan yang Paling Banyak Impor Mobil
TRIBUN BATAM/Istimewa
Ford Mustang Fastback 2.3 Ecoboost yang saat ini ada ditawarkan di Showroom NJM 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Jumlah mobil impor completely build up (CBU) yang masuk melalui pelabuhan Batam pada periode 2016, merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2015 lalu, BP Batam mencatat ada 703 mobil impor yang masuk sepanjang Januari-Agustus.

Angka ini menurun pada periode yang sama 2016, yakni hanya 435 kendaraan.

Dari data itu, tercatat ada sebanyak 13 perusahaan importir kendaraan.

Mereka adalah PT Ganda Nusantara Persada, PT Toyota Astra Motor, PT Megah Jaya Perkasa, PT Centri Jepri Auto, PT Indo Auto Trade, PT Eurasia Auto Dinamika, PT Mazda Motor Indonesia, PT T Eight Gallery, PT Oriental Komobindo Bahtera, PT Kia Indonesia Motor, PT Wahana Varia Motorindo, PT Surya Sejahtera Otomotif, dan PT Ford Motor Indonesia.

Ford Motor Indonesia sendiri, terakhir kali mengimpor mobil Juli 2015 lalu.

Sedangkan Mazda, dari data impor kendaraan 2015-2016, sejak Januari 2015 sudah tidak lagi mengimpor kendaraan. Begitupun dengan Wahana Varia Motorindo.

"Mazda terganjal kebijakan internalnya sendiri. Pintu masuknya lewat Jakarta. Tapi bank garansinya belum ditarik," kata Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta kepada wartawan, Rabu (21/9/2016).

Dari data itu, PT Ganda Nusantara Persada, tercatat sebagai perusahaan importir yang paling banyak memasukkan kendaraan ke Batam.

Jumlahnya 292 kendaraan. Sedangkan pada periode yang sama Januari-Agustus tahun lalu, tercatat sebanyak 355 kendaraan.

Novi menilai, alasan penurunan jumlah kendaraan ini, bisa jadi karena pasar Batam sudah jenuh dengan keberadaan mobil-mobil CBU, yang merupakan mobil kelas atas.

"Warga Batam rata-rata sudah punya mobil. Bisa jadi karena marketnya kurang, makanya jumlah kendaraan yang masuk juga berkurang," ujarnya.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved