Ketua DPD RI Terjerat Suap Gula

Istri dan 51 Anggota DPD Jaminkan Diri. Minta Penahanan Irman Gusman Ditangguhkan

Tommy menuturkan, surat permohonan tersebut disertai dengan jaminan dari tim kuasa hukum, Liestyani, serta 51 anggota DPD RI

Istri dan 51 Anggota DPD Jaminkan Diri. Minta Penahanan Irman Gusman Ditangguhkan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPD RI Irman Gusman keluar dari gedung KPK Jakarta menuju ke mobil tahanan KPK usai diperiksa, Sabtu (17/9/2016). Irman Gusman ditahan KPK bersama tiga orang lainnya setelah terkena OTT terkait dugaan suap kebijakan kuota gula impor tersebut KPK juga mengamanakan lima orang dan uang sebesar Rp 100 juta. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, Tommy Singh mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan Irman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tommy mengantarkan surat tersebut didampingi dua pengacara lain, Rasida Siregar dan Taufik Hidayat Nasution.

Selain itu, surat yang sama juga dimohonkan oleh istri Irman, Liestyana Gusman beserta 51 anggota DPD RI.

"Ibu Liestyana Gusman ditambah sebanyak 51 orang anggota DPD RI menyerahkan permohonan penangguhan penahanan untuk kolega mereka," ujar Tommy ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Tommy menuturkan, surat permohonan tersebut disertai dengan jaminan dari tim kuasa hukum, Liestyani, serta 51 anggota DPD RI.

"Ini sebagai syarat yang diatur pada pasal 31 KUHAP sebagai hukum acara pidana yangberlaku," kata Tommy.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif sebelumnya menuturkan, pemberian penangguhan penahanan terhadap Irman tergantung dari hasil penyidikan.

Sebab, waktu KPK untuk melakukan penyidikan kasus tersebut sangat terbatas. (baca: KPK: Biasanya kalau OTT, Tak Ada Penangguhan Penahanan)

Dalam waktu maksimal 60 hari, berkas sudah harus dilimpahkan ke pengadilan sesuai aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Itu tergantung hasil penyidikan yang sekarang. Kalau sudah lengkap semua bisa saja dipertimbangkan," tutur Laode di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

"Tetapi biasanya kalau OTT itu hampir tidak pernah ada penangguhan perkara. Karena waktu KPK sangat mepet," kata Dia.

KPK menangkap Irman bersama Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, istri Xaveriandy, yaitu Memi, dan adik Xaveriandy, yaitu Willy Sutanto.

Penyidik KPK juga mengamankan uang Rp 100 juta yang dibungkus plastik berwarna putih.

Uang tersebut diduga merupakan suap dari Xaveriandy kepada Irman untuk pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog.

Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pimpinan KPK dan penyidik, Irman, Xaveriandy, dan Memi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap ini.(kompas.com/Dimas Jarot Bayu)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved