Terbukti Korupsi, Hakim Vonis Heru Purnomo Penjara 1 Tahun 10 Bulan, Ini Reaksi Heru

Hakim memutuskan menghukum terdakwa kasus korupsi pengadaan alat Laboratorium BP Batam, Heru Purnomo vonis penjara selama 1 tahun 10 bulan

Terbukti Korupsi, Hakim Vonis Heru Purnomo Penjara 1 Tahun 10 Bulan, Ini Reaksi Heru
rri.co.id
Ilustrasi vonis hakim 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Hakim memutuskan menghukum terdakwa kasus korupsi pengadaan alat Laboratorium BP Batam, Heru Purnomo vonis penjara selama 1 tahun 10 bulan, Kamis (22/9/2016).

Heru sebagai kasi lalulintas barang dan jasa dinyatakan bersalah setelah terbukti bertindak secara bersama-sama melakukan perbuatan, menyuruh melakukan perbuatan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau

orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara‎, sebagaimana dalam dakwaan subsider melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 KUHP.

Dalam persidangan tersebut kuasa hukum terdakwa, Jogi Nainggolan menuturkan ada beberapa kejanggalan yang terjadi selama persidangan hingga putusan. "Kami menghargai putusan dari majelis hakim. Kita masih pikir-pikir apakah akan menerima putusan ini atau akan banding. Karena memang masih banyaak kejanggalan dalam perkara ini," ujar Jogi usai dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, beberapa catatan dari fakta persidangan, keterangan dari ahli laboratorium tanpa memperhatikan SOP pemakaian barang yang telah disepakati. Dimana dikatakan saksi ahli menuturkan bahwa alat laboratorium yang dibeli tidak sesuai speke dan tidak bisa digunakan sebagai mana mestinya tanpa mempertimbangkan user atau yang bakal menggunakan barang tersebut.

"Putusan ini terkesan pesanan dari penyidik Polda Kepri. ‎Dimana sebelumnya di Bareskrim Polri Biro Wasidik menyatakan klien kita tidak bersalah dan tidak ada unsur korupsinya. Namun penyidik mengacu dan berkordinasi dengan KPK," katanya.

Dalam persidangan, ketika hakim mengetuk palu vonis, nampak Heru Purnomo terlihat lemas dengan mata memerah. Bahkan saat wartawan hendak mengabadikannya, Heru dikerumuni kawan pegawainya BP Batam menutup mukanya dengan tangan.

"Menghukum terdakwa dengan hukuman 1 tahun dan 10 bulan penjara, dan denda 50juta subsider 6 bulan penjara, untuk uang pengganti sebesar Rp600 juta dibebabankan kepada terdakwa Rendra, yang dituntut secara terpisah‎," tuturnya.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roesli yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 2,5 tahun Penjara dan denda Rp 50 Juta subsider 6 bulan kurungan.

‎Dalam dakwaan JPU, Yuyun Wahyudi SH, ‎yang dibacakan oleh Roesli SH mengatakan, terdakwa Heri Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen bersama sama dengan terdakwa Rendra (37) selaku Direktur PT Cakrayudh Persada, pemenang lelang dalam kegiatan pengadaan alat dan bahan kimia laboratorium uji BP Batam tahun anggaran 2014.

Dengan penggunaan anggaran sebesar Rp3.798.961.055 telah menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri, korporasi dan orang lain hingga merugikan keuangan negara Cq. BP Batam sebesar Rp569.773.460.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP dalam dakwaan primer.

Selain itu, terdakwa juga melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsider.‎ Penasehat Hukum menuturkan akan mempertimbangkan untuk melakukan ‎banding dengan klienya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved