DPRD Sorot Pengangkatan PTT di Tengah Defisit, Ini Jawaban Bupati Anambas

Pihaknya mengambil kebijakan untuk mengisi posisi PTT yang sebelumnya telah mundur bagi pekerja cleaning service (CS) pada sejumlah kantor

DPRD Sorot Pengangkatan PTT di Tengah Defisit, Ini Jawaban Bupati Anambas
Tribun/Septyan Mulia Rohman
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Anambas saat melakukan apel pagi di halaman kantor Bupati. Pihaknya mengimbau kapda ASN yang masih berada di luar Anambas serta tidak menjalani masa tugas untuk segera kembali ke Anambas. Pemkab pun memberikan batas waktu sampai minggu ini untuk ASN tersebut pulang dan menjalankan kewajibannya di Anambas. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Rapat paripurna yang mengagendakan penyampaian pandangan umum Ranperda Perubahan APBD Tahun 2016 dan Ranperda pembentukan Susunan Perangkat Daerah tahun 2016, ditanggapi serius oleh beberapa anggota DPRD Anambas.

Firman Edi anggota DPRD fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) mengingatkan kepala dan wakil kepala daerah untuk mengedepankan sikap profesional dalam mengisi jabatan sejumlah susunan perangkat daerah.

Hal ini penting agar kinerja masing-masing badan di eksekutif dapat berjalan dengan baik, meskipun Ranperda mengenai susunan perangkat daerah masih dibahas pada tingkat legislatif.

"Sama-sama kita ketahui bahwa perbuatan nepotisme merupakan perbuatan yang tidak baik. Dalam hal ini kami mengingatkan untuk senantiasa mengedepankan integritas dan profesional. Jangan hanya kedekatan pribadi dan rasa emosional di dalam mengisi jabatan tersebut," ujarnya Jum'at (23/9/2016).

Tidak hanya Firman Edi, Rocky Hasudungan Sinaga anggota DPRD lainnya pada rapat paripurna tersebut sempat meminta penjelasan kepada Bupati.

Pertanyaan tersebut terkait adanya informasi mengenai perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan defisit.

"Betul atau tidaknya, ini yang masih menjadi pertanyaan kami. Untuk itu, kami mohon penjelasan kepada Bupati," ungkap politisi Partai Golkar ini.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris pun meluruskan kabar perihal perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tersebut.

Menurutnya, pihaknya mengambil kebijakan untuk mengisi posisi PTT yang sebelumnya telah mundur bagi pekerja cleaning service (CS) pada sejumlah kantor. Ini dilakukan untuk mengurangi keluhan masyarakat akan sulitnya mencari pekerjaan di Anambas.

"Kalau boleh dikatakan semacam tukar guling. Sangat riskan mennurut kami untuk menerima PTT, terlebih melihat kondisi keuangan daerah seperti sekarang ini," terangnya.

Ia menambahkan, perekrutan maupun penambahan PTT pun diakuinya melalui satu pintu. Ini dilakukan untuk menghindari konflik sosial selain seringnya pertanyaan dari masyarakat mengenai adanya PTT yang diketahui baru masuk bekerja pada sejumlah kantor di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kami juga tidak ingin hal ini menjadi konflik sosial di masyarakat. Masukan serta saran dari DPRD kami apresiasi. Artinya, ada perhatian dari legislatif dalam bentuk pengawasan kepada kami dalam bekerja. Kami berharap sinergitas ini dapat terus terjalin," tutupnya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved