Tak Ada Listrik, Kampung Nelayan Ini Kalau Malam Seperti Hutan Belantara

Di sini, sudah dari dulu dulu tak ada listrik. Sudah sering diusul, tapi tak ada yang dengar. Kalau malam gelap, macam di hutan belantara

Tak Ada Listrik, Kampung Nelayan Ini Kalau Malam Seperti Hutan Belantara
Agus mengerjakan PR di siang hari. Kampung Nelayan Galang Batang berharap dialiri listrik. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Di ruang rumah beralas dipan berdinding kayu, Agus (11), Jumat (23/9) menyimak angka angka di buku pelajarannya.

Sesekali dia membolak balikan kertas di buku tulisnya, sejurus kemudian kembali menulis.

Bocah itu mengatakan, siang itu harus menuntaskan PR Matematika. Jika PR diselesaikan malam, dengan penerangan seadanya, tugas PR bisa bisa terbengkalai.

Dia tentu tak mau diomelin guru.

Kampung mereka, Kampung Nelayan Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang belum tersentuh listrik. Bahkan, daerah ini seperti tidak merasakan sebagai bangsa yang telah merdeka 71 tahun lalu.

"Di sini, sudah dari dulu dulu tak ada listrik. Sudah sering diusul, tapi tak ada yang dengar. Kalau malam gelap, macam di hutan belantara," kata Adul, warga setempat sambil tertawa.

Sesuai namanya, mata pencaharian warga Kampung Nelayan Galang Batang adalah nelayan.

Rumah rumah di kampung masih berdidinding kayu, sebagian masih bearatap rumbiah.

Di siang hari, di tepi pantai diantara gugusan pohon kelapa, beberapa wanita, menganyam rumbia berbahan daun kepala. Suami mereka bertaruh di lautan berburu ikan.

Hasna, warga lain juga mengimpikan listrik masuk kampung. Tapi hingga saat ini, impian itu tak kunjung tiba.

Jika nanti listrik masuk, ada harapan, ikan tangkapan sang suami bisa didinginkan sendiri sehingga tetap segar saat dipasarkan. Dan yang pasti bisa menikmati terangnya malam di kampung.

Warga mengatakan, kalau ada duit lebih, mereka menyalakan genset. Harga BBM yang mereka siapkan sekitar Rp 300 ribu untuk dipakai beberapa hari. "Dipakai malam saja, buat memanaskan nasi, cash baterai HP dan nonton TV," katanya.

Mengirit BBM mutlak diperlukan agar tidak boros pemakaian. Penggunaan BBM juga harus dibagi dengan penggunaan kebutuhan lainnya.

Selain listrik, ada harapan, warga Kampung Nelayan mendapatkan perhatian dinas terkait dalam hal bantuan usaha perikanan. Selama ini mereka belum pernah tersentuh program bantuan nelayan dari dinas terkait. "Dengar dengar, daerah lain ada bantuan, di sini tak pernah," kata dia.

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved