Jembatan Penyeberangan di Jakarta Ambruk dan Tewaskan 3 Orang, Bagaimana Kondisi JPO di Batam?

Ambruknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Pasar, Jakarta merenggut nyawa tiga orang warga. Lalu, bagaimana kondisi JPO di Batam?

Jembatan Penyeberangan di Jakarta Ambruk dan Tewaskan 3 Orang, Bagaimana Kondisi JPO di Batam?
Warta Kota/Adhy Kelana
Petugas mengevakuasi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang roboh di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9/2016). JPO ini roboh akibat hujan deras dan angin kecang, tiga orang meninggal dan satu kendaraan mini bus ringsek dalam insiden ini. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ambruknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Pasar, Jakarta Selatan Minggu (25/9/2016), merenggut nyawa tiga orang warga. Salah satunya, anak-anak.

Kendati demikian, insiden memilukan sangat mendatangkan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Baca: Jembatan Penyeberangan Roboh, Wanita dan Anak-anak Tewas

Setidaknya hal ini menjadi pengalaman akan pemeliharaan JPO ke depan.

Lalu, bagaimana kondisi JPO di Batam?

Kepala Dishub Kota Batam Zulhenderi melalui Kabid Darat Faisal Riza mengklaim kejadian serupa kecil kemungkinan terjadi di Batam mengingat JPO di Batam masih dalam keadaan baik dan layak pakai untuk saat ini.

"JPO yang dibangun atau yang ditangani Dishub Kota Batam masih dalam keadaan baik dan layak pakai. Memang JPO di Batam ada beberapa pihak yang bangun. Ada BP Batam dan Dishub Provinsi Kepri," kata Faisal ketika dihubungi via telepon genggamnya, Senin (26/9/2016)

Faisal menambahankan, ada beberapa JPO yang ditangani langsung oleh instansinya antara lain JPO di Fanindo, SP Plaza, Sungai Panas (dekat patung kuda) dan yang sedang dikerjakan saat ini di Sungai Harapan (depan SMP Negeri 3 Batam).

"Kalau yang dibangun BP Batam sekitar tahun 2006 di Tiban Kampung. Sedangkan di JPO Muka Kuning yang bangun Dishub Provinsi Kepri. Iya, yang paling lama 2006 yang dibangun BP Batam itu lah," urai Faisal.

Untuk pemeliharaan ringan, kata Faisal, dilakukan minimal sekali setahun.

Pemeliharaan berat minimal sekali lima tahun.

"Ada juga yang sekali dua tahun. Nah, ini kesemuanya dilihat dulu kondisinya. Paling kalau rehab berat sekali lima tahun. Ya, alhmadulillah masih dalam kondisi baik lah JPO di Batam," ucapnya.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help