TribunBatam/

Karut Marut Lahan di Batam

Tiga Warga Baloi Kolam Ditemani Warga Lainnya Lapor Soal Penembakan dan Pemukulan ke Polisi Militer

Tiga warga Baloi Kolam, Batam, melaporkan tindak kekerasan yang mereka alami saat kericuhan antar warga dan aparat terjadi Kamis (22/9) lalu ke PM.

Tiga Warga Baloi Kolam Ditemani Warga Lainnya Lapor Soal Penembakan dan Pemukulan ke Polisi Militer
tribunnews batam/anne maria
Puluhan warga Baloi Kolam, Batam, sambangi kantor Polisi Militer (PM), Senin (26/9/2016) siang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Tiga warga Baloi Kolam, Batam, melaporkan tindak kekerasan yang mereka alami saat kericuhan antar warga dan aparat terjadi Kamis (22/9) lalu ke Polisi Militer (PM), Senin (26/9/2016).

Warga yang melapor masing-masing ada yang mengalami luka tembak, juga luka pukul.

Ketua RT 10 RW 16 Baginda Hasudungan Nasution mengatakan, nama warga yang tertembak adalah Bawor Harianto.

Sementara warga yang terkena luka pukul adalah Jefri dan Hutagaol

Didampingi puluhan warga lain, ketiganya sebelumnya sudah melaporkan tindak kekerasan yang dialami ke Polresta Barelang.

"Akibat persoalan kemarin (ricuh), ada korban dari pihak warga. Tiga warga kita, sedangkan warga yang lain ikut untuk beri dukungan saja. Kita juga sudah buat laporan ke Polres. Dan arahan dari Polres juga buat laporan kemari (PM)‎, supaya ditindaklanjuti secara serius laporan kita," ujar satu diantara warga Baloi Kolam bernama Agung.

‎ membantah jika warga yang terluka tersebut merupakan warga lain, dan bukannya orang yang tinggal di Baloi Kolam.

"Saya ralat itu, dia (Bawor Harianto) warga saya. Memang betul status di KTP nya itu adalah Batuaji. Tapi dia tinggal di Baloi Kolam, surat domisilinya sudah lama saya keluarkan. Makanya hati kita miris juga dibilang itu warga Batuaji yang buat kerusuhan," tutur Baginda Hasudungan.

"Hutagaol itu paling parah, dia sempat diangkat di bawa ke Kodim. ‎Kalau Jefri luka pukul saat dia mendokumentasikan peristiwa itu. Kami memang sengaja dokumentasikan karena selama ini kalau ada apa-apa nggak ada bukti dari masyarakat," kata Baginda Hasudungan. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help