Leukimia Memaksa Shi Putus Sekolah, Tapi Tak Mau Berhenti Belajar, Ini Hasilnya

Karena penyakitnya yang harus terus menjalani pemeriksaan rutin, ia terpaksa berhenti sekolah, dua tahun lalu. Saat itu Shi duduk di kelas 5 SD.

Leukimia Memaksa Shi Putus Sekolah, Tapi Tak Mau Berhenti Belajar, Ini Hasilnya
Guiyang Evening Daily
Shi Luyao 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Kisah bocah berusia 11 tahun di China yang melakukan perjalanan 800 kilometer untuk kemoterapi membuat Provinsi Guizhou gempar.

Bukan karena semangat bocah bernama Shi Luyao ini untuk sembuh, tetapi juga karena ia ingin menjadi orang sukses.

Koran China, Guiyang Evening Daily melaporkan, bocah yang tinggal di Desa Luyao Bengjing di Kota Liupanshui, Provinsi Guizhou, China ini juga memiliki semangat tinggi untuk sekolah.

Ibunya meninggalkan Shi ketika berumur dua tahun karena miskin dan tidak pernah kembali.

Bocah ini kemudian tinggal bersama kakek-neneknya karena sang ayah harus bekerja di provinsi lain, Anhui

Karena penyakitnya yang harus terus menjalani pemeriksaan rutin, ia terpaksa berhenti sekolah, dua tahun lalu. Saat itu Shi duduk di kelas 5 SD.

Namun, meskipun tidak lagi ke sekolah, Shi tetap belajar dengan tekun.

Selama dua tahun terakhir ini, ia meminjam buku-buku dari temannya. Ia berlajar sendiri sambil berobat.

Setelah penyakitnya mulai sembuh, ia kemudian dimasukkan lagi sekolah oleh kekek-neneknya.

"Shi sempat malu dan kesepian karena kembali duduk ke kelas 5. Tapi anak itu mencetak nilai yang mengejutkan," kata Lu Peng, guru bahasa Cina Shi di sekolah.

Peng mengaku salut akan kerja keras Shi. Meskipun ia sering libur karena harus melakukan terapi, tetapi saat kembali ke sekolah, ia tetap menyerahkan pekerjaan rumahnya

Peng mengaku terkejut ketika pertama kali tahu bahwa Shi menderita leukemia.

Untuk membuat Shi percaya diri dan tidak kesepian, empat teman sekelasnya kemudian bergiliran belajar bersama Shi dan merawatnya.

Menurut dokter yang merawat Shi, pengobatan anak itu telah memasuki tahap lanjut. Ada harapan besar Shi sembuh tanpa harus melakukan transplantasi sumsum tulang.

Namun, pengobatan terhadap Shi akan panjang karena diperkirakan memakan waktu dua tahun.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved