Ratusan Pekerja di Bintan Terkena PHK, Ini Detailnya

Ratusan pekerja di Bintan terkena PHK, ini detail perusahaan dan jumlah pekerja kena PHK-nya

Ratusan Pekerja di Bintan Terkena PHK, Ini Detailnya
tribunnews batam/ian pertanian
Ilustrasi. Para pencari kerja di kawasan Batamindo 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Industri di Bintan dihantui kelesuan. Lemahnya produksi akibat lesunya permintaan membuat perusahaan hati-hati. Di kalangan pekerja pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi hantu yang menakutkan.

Seorang mantan pekerja di PT Numbing Jaya, curhat dia tak pernah membayangkan bakal menghadapi PHK massal oleh perusahaannya akhir bulan lalu. "Kami pikir baik-baik saja," cetusnya, Jumat (30/9/2016).

Harga karet di pasaran anjlok. Harga jual karet kering jatuh dari harga normal Rp30 ribu per kilogram turun ke Rp20 ribu per kilo. Kejatuhan harga karet membuat beban operasional perusahaan bertambah.

Dampaknya, akhir Agustus lalu, kenyataan yang ditakuti buruh itu terjadi, PT Numbing Jaya mengambil langkah PHK.

"PT Numbing Jaya mengaku susah bertahan dengan kondisi harga jual karet seperti itu. Karenanya jalan satu-satunya PHK secara musyawarah mufakat, membayar sesuai kemampuan perusahaan yang disetujui karyawan. Dan karyawanpun menerima," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan, Agus Hasibuan, Jumat (30/9/2016).

Sampai saat ini, kata Agus, pihaknya belum menerima surat resmi dari PT Numbing Jaya yang menyatakan perusahaannya pailit.

Numbing Jaya bukan satu satunya yang terhempas badai kelesuan. Sebelumnya, ada PT Honeywell, perusahaan yang memproduksi black box pesawat terbang. Di awal Januari lalu, perusahaan yang berbasis di kawasan industri Lobam tersebut terpaksa melakukan efisiensi. Ada 29 pekerja di PHK.

Catatan Disnaker, sejak awal 2016 hingga akhir September ini, tercatat telah ada 797 pekerja di Bintan terkena PHK di tempat mereka bekerja. Disnaker berharap, jumlah itu tidak bertambah. Sebab tingkat pengangguran juga masih terbilang tinggi.

"Kita sama-sama berharap, kasus kasus PHK jangan sampai terjadi sebab membuat tingkat pengangguran bertambah," kata dia.

Harapan sama disampaikan beberapa pekerja di Kawasan Industri Lobam. Dia mengaku, pemecatan di perusahaan lain membuatnya resah. Karena itu dia memilih bekerja lebih keras lagi. "Aku memilih bekerja sebaik baik mungkin. Semoga tempat saya kerja aman aman saja," harapnya. (*) .

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved