Sudah Empat Bulan, Kasus Pembobolan Brankas DPRD Kepri Masih Misteri, Polisi Berkilah CCTV Mati

Pembobolan brankas di DPRD Provinsi hingga kini polisi belum bisa mengungkapnya. ‎Kasus ini hampir empat bulan lalu tepatnya, Senin (2/5/2016)

Sudah Empat Bulan, Kasus Pembobolan Brankas DPRD Kepri Masih Misteri, Polisi Berkilah CCTV Mati
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro memberi penjelasan terkait penetapan Said sebagai tersangka dalam insiden tenggelamnya pompong penyeberangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat pada 21 Agustus 2016 silam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pembobolan brankas di DPRD Provinsi hingga kini polisi belum bisa mengungkapnya. ‎Kasus ini hampir empat bulan lalu tepatnya, Senin (2/5/2016).

Saat itu maling berhasil membawa uang sekitar Rp 70 juta lebih, dan membawa materai sebanyak 200 lembar dengan nilai sekitar Rp 1,2 Juta. Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, SH, Sik melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas, ,AKP Zalukhu mengatakan kasus pembobolan ini masih ditangani pihaknya, karena sampai saat ini belum ada petunjuk terkait kasus ini.

“Masih dalam penanganan. Untuk kasus pembobolan berangkas DPRD Kepri itu masih kita lidik,” kata Zalukhu kepada Tribun Batam, Sabtu (1/10/2016).

Meskipun sudah beberapa saksi diminta keterangan, namun menurutnya belum ada tanda-tanda mengarahkan ke pelaku. Sementara itu menurutnya saat kejadian Closed Circuit Television (CCTV) diketahui saat itu dalam kondisi tidak hidup.

“Saksi sudah 5 orang dilakukan pemeriksaan namun dari saksi-saksi yang sudah diminta keterangannya belum ada yang mengarah ke pelaku,” ungkapnya.

Selain itu, yang menjadi kendala pengungkapan kasus ini, tambah Zalukhu pada saat kejadian cctv di kantor sekretariat Dewan tidak hidup.

“Tidak hidup cctv di kantor DPRD Kepri dan keterangan saksi tidak mengarah kepada pelaku menjadi kendala dalam penanganan kasus ini,” tambahnya.

Pihaknya mengaku hingga kini terus melakukan penyelidikan agar dapat mengungkap siapa pencuri itu. (*) 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved