Keluarga Korban Pembunuhan Terkait Dimas Kanjeng Minta Perlindungan Polisi. Ini Penyebabnya

Bibi Resemjan merupakan istri almarhum Ismail Hidayah yang menjadi salah satu korban pembunuhan

Keluarga Korban Pembunuhan Terkait Dimas Kanjeng Minta Perlindungan Polisi. Ini Penyebabnya
Surya/Izi Hartono
Bibi Rasemjam saat menunjukkan foto kenangan suaminya Ismail, Kamis (29/09/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO - Keluarga salah satu korban pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi meminta perlindungan keamanan karena merasa terancam.

"Permintaan perlindungan keamanan terhadap klien kami Bibi Resemjan (41) dan keluarganya sengaja dilakukan karena masih ada pelaku pembunuhan dari pengikut Dimas Kanjeng yang belum tertangkap," ujar Kuasa Hukum atau Pengacara istri korban pembunuhan Asman Afif Ramadhan di Polres Situbondo, Senin (3/10/2016).

Bibi Resemjan merupakan istri almarhum Ismail Hidayah yang menjadi salah satu korban pembunuhan.

Sejak tertangkapnya pelaku pembunuhan Ismail Hidayah, kata dia, warga Desa Wringinanom, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu, kerap menerima SMS dan telepon dari sejumlah pengikut Dimas Kanjeng.

"Oleh karena itu karena masih ada pelaku pembunuhan Ismail yang belum tertangkap kami khawatir melakukan hal-hal yang membahayakan Bibi Resemjan beserta keluarganya," katanya.

Seiring berjalannya proses hukum yang dijalani tersangka pembunuhan dan penipuan Taat Pribadi dan pengikutnya, lanjut dia, sangat penting untuk melindungi saksi kunci (Bibi Resemjan).

Apalagi istri korban merupakan perempuan yang mengetahui betul sepak terjang Taat Pribadi serta yang terjadi di padepokannya selama ini.

"Bu Ning (panggilan akrab Bibi Resemjan) merupakan salah satu saksi kunci atas beberapa kasus yang terjadi di Padepokan Dimas Kanjeng, oleh karenanya kami berharap ada perlindungan terhadap mereka," paparnya.

Sementara itu, Bibi Resemjan saat dihubungi melalui teleponnya mengatakan, membenarkan jika kerap menerima SMS dan telepon dari sejumlah pengikut Dimas Kanjeng karena tidak terima ia telah membeberkan modus penipuan yang dilakukan oleh Taat Pribadi.

"Orang-orang yang telepon kepada saya rata-rata memprotes karena saya menyampaikan di sejumlah media terkait modus penipuan di Padepokan Dimas Kanjeng tersebut.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved