Insiden Kafe di Tanjungpinang

Terusik Kasus Basecamp, ‎PGRI Tanjungpinang Ancang-ancang Laporkan ke Polisi

Permasalahan Basecamp Cafe yang mengadakan pesta miras beberapa hari lalu berbuntut panjang. PGRI Tanjungpinang bersiap melaporkan ke polisi

Terusik Kasus Basecamp, ‎PGRI Tanjungpinang Ancang-ancang Laporkan ke Polisi
tribunbatam/wahib waffa
Ketua PGRI Tanjungpinang Encik Abdul Hajar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Permasalahan Basecamp Cafe yang mengadakan pesta miras beberapa hari lalu berbuntut panjang. Usai tempat cafe didemo ratusan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Anti Arogansi dan Miras Tanjungpinang, giliran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang‎ mendatangi Polres Tanjungpinang.

Merasa terusik, PGRI berencana mengadukan penanggung jawab dan pemilik Basecamp Cafe, Santos secara resmi ke pihak kepolisian. Bahkan, Ketua PGRI Tanjungpinang Encik Abdul Hajar dan sejumlah pengurus lainnya langsung mendatangi ke ruang Reskrim Polres Tanjungpinang dan sempat ditemui Wakapolres Kompol Andi Rahman.

Kepada rombongan, Andi menyarankan agar terlebih dahulu dilakukan mediasi dengan pihak Reskrim sebelum membuat laporan resmi. ‎Di sana, kedua belah pihak melakukan dialog secara tertutup selama setengah jam lamanya. Tampak, rombongan diterima langsung Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan.

"Intinya, laporan pangaduan sudah kita terima dari pihak PGRI resmi. Soal unsur dan bentuk dari permasalahan seperti apa, masih kita pelajari lagi," kata Andri singkat usai melakukan mediasi di Polres Tanjungpinang, Selasa (4/10/2016).

Hal senada juga dikatakan Encik, menurutnya, pihaknya hari ini hanya melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum langkah apa yang akan diambil untuk membuat pengaduan maupun pelaporan.

"Untuk permasalahan ini, kita konsultasi dulu dengan polisi," kata Encik.

Ditanya lebih lanjut bagaimana nantinya bentuk pengaduan ataupun pelaporan dari pihaknya kepada Basecamp Cafe, Encik mengatakan, masih akan dipelajari lagi oleh polisi. Hal ini juga dibicarakan dalam mediasi tersebut.

Meski demikian, ia mengatakan salah satu faktor akan membuat pengaduan ke polisi karena pihaknya merasa terusik dan tercoreng citra pendidikan di Tanjungpinang. (*)

Berita Terkait Baca Tribun Batam Edisi Rabu (5/10/2016)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help