AS tak Mau Jual Senjata ke Filipina, Duterte: 'Pergi Saja ke Neraka Presiden Obama!'

Duterte menegaskan tidak peduli dengan penolakan AS itu karena masih ada Rusia dan Cina yang bersedia menjual senjata kepada Filipina.

AS tak Mau Jual Senjata ke Filipina, Duterte: 'Pergi Saja ke Neraka Presiden Obama!'
AFP PHOTO
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. 

Namun, Earnest tidak ragu mengkritik taktik Duterte dalam perang maut yang dilancarkan pemimpin Filipina itu terhadap obat-obatan terlarang.

"Bahkan pada saat kami menjaga pertemanan kuat (AS-Filipina, red) ini, pemerintah dan (rakyat) Amerika Serikat tidak akan ragu untuk menyuarakan keprihatinan kita terhadap pembunuhan semena-mena," katanya dalam jumpa pers.

Pada Minggu, Duterte mengatakan ia telah mendapat dukungan dari Rusia dan Cina ketika dirinya menungkapkan keluhan kepada kedua negara itu soal sikap AS.

Dia juga mengatakan ia akan meninjau kembali Kesepakatan Peningkatan Kerja Sama Pertahanan AS-Filipina.

Melalui kesepakatan yang ditandatangani pada 2014 itu, pasukan AS boleh menggunakan sejumlah pangkalan Filipina.

Kesepakatan itu juga memungkinkan pasukan AS mendirikan fasilitas penyimpanan bagi operasi keamanan maritim, kemanusiaan dan tanggap darurat bencana.

Duterte mengatakan Amerika Serikat seharusnya mendukung Filipina dalam memerangi masalah kronis negaranya menyangkut peredaran obat-obatan terlarang.

Sebaliknya, AS, demikian pula dengan Uni Eropa, justru mengkritik dirinya atas tingginya jumlah orang yang tewas.

"Bukannya membantu kita, yang pertama melancarkan kritik justru Departemen Luar Negeri. Jadi, pergi sana ke neraka, Bapak Obama, pergi ke neraka," tandasnya.

"Uni Eropa, kalian lebih baik pilih penyucian diri. Neraka sudah penuh. Kenapa saya harus takut kepada kalian?"

Pada pidato setelahnya, Duterte mengatakan ia merasa emosi karena Amerika Serikat belum pernah bersikap sebagai teman bagi Filipina sejak ia terpilih sebagai presiden pada Mei.

"Mereka (AS) hanya... mencerca presiden lain di depan masyarakat internasional," katanya di depan suatu komunitas Yahudi. (kontan/antara)

Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved