Suku Cadang dari Tanjungpinang Datang, Listrik Jemaja Tak Bergiliran Padam?

Nasib listrik di Pulau Jemaja perlahan mulai menemui titik terang setelah suku cadang mesin tiba dari Tanjungpinang, ini detailnya

Suku Cadang dari Tanjungpinang Datang, Listrik Jemaja Tak Bergiliran Padam?
tribunbatam/septyan mulia rohman
Ilustrasi listrik di Jemaja 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Nasib listrik di Pulau Jemaja perlahan mulai menemui titik terang. Koordinator PLN Subrayon Letung Kecamatan Jemaja terus mengupayakan agar listrik di pulau tersebut dapat kembali optimal menyala 24 jam.

Suku cadang mesin pembangkit yang mengalami kerusakan pun, diakuinya sudah dikirim ke Tanjungpinang sambil menunggu perbaikan dari teknisi. Ia pun memprediksi, perbaikan akan membutuhkan waktu sekitar 10 hari kedepan.

"Kami terus berupaya maksimal agar listrik di Jemaja kembali menyala 24 jam. Suku cadang yang mengalam kerusakan sudah dibawa ke Tanjungpinang untuk dilakukan perbaikan," ujar Agustian Kepala koordinator PLN Subrayon Letung Kecamatan Jemaja Rabu (5/10/2016).

Meski demikian, ia belum bisa berkomentar lebih jauh ketika disinggung mengenai biaya perbaikan terhadap mesin pembangkit yang mengalami kerusakan tersebut. Menurutnya, hal ini harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pimpinannya. Ia hanya menyebutkan bahwa hal-hal yang berkenaan dengan teknis langsung ditangani oleh pihak ketiga.

"Upaya kami saat ini agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan," terangnya. Listrik di Pulau Jemaja sebelumnya terpaksa harus digilir masing-masing delapan jam, terhitung sejak pukul 16:00-00:00 WIB dan delapan jam berikutnya dari pukul 00:00 sampai pukul 08:00 WIB.

Operasional listrik ini mengandalkan dua unit mesin pembangkit listrik yang sebelumnya mengalami kerusakan. Listrik yang menyala ini jauh lebih baik setelah pemadaman total selama 24 jam akibat rusaknya mesin pembangkit listrik yang menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur itu.

Saat ini terdapat tujuh unit mesin pembangkit dimana empat diantaranya merupakan milik PLN serta tiga unit mesin pembangkit merupakan milik Pemerintah Daerah. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved