Toapaya Heboh, Polda Dikabarkan Periksa Pejabat Desa

Kabar menyeruak di Kecamatan Toapaya. Polda Kepri dikabarkan akan memanggil aparat pemerintahan di sana untuk dimintai keterangan

Toapaya Heboh, Polda Dikabarkan Periksa Pejabat Desa
net
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kabar menyeruak di Kecamatan Toapaya. Kepolisian daerah (Polda) Kepri dikabarkan akan memanggil aparat pemerintahan di sana untuk dimintai keterangan soal isu khusus. Terkait soal apa itu, belum ada pihak bersedia buka suara.

Rabu (5/10/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, untuk mendapatkan keterangan soal itu, media menyambangi Kantor Kepala Desa Toapaya Selatan. Sebelumnya berembus kabar salah satu pejabat pemerintahan desa di sana dijadwalkan "bertemu" penyidik Polda pada jam itu untuk dimintai keterangan. Hingga pukul 11.00 siang, tak ada tanda tanda mengenai itu. Kantor kades suasananya seperti biasa.

Kades Toapaya Selatan, Suhendra sendiri tak di kantor pagi itu. Dia rupanya mengikuti acara pemerintahan di kantor kecamatan.

Karena tak di tempat, media ke sana. Kades tampak santai selepas acara. Saat disinggung perihal kabar akan ada perangkat desa dimintai keterangan, Suhendra mengatakan kurang begitu tahu. Dia juga tak mau berkomentar panjang. "Ntar salah pulah," katanya singkat.

Dia juga enggan mengomentari panjang terkait isu pembangunan Waduk Gesek di KM 20 beberapa tahun lalu yang kabarnya lagi disorot. "Nanti sajalah ya,"katanya.

Namun Suhendra sempat memberi penjelasan, dirinya pernah dipanggil Kejati perihal pembangunan waduk Gesek. Pemanggilan dia dalam kapasitas dia sebagai perangkat desa.

Itu tepanya enam bulan silam. Pemanggilan itu paparnya hanya sebatas meminta keterangan seputar pengetahuan dia soal pembebasan lahan warga untuk pembangunan Waduk Gesek pada 2012 lalu. "Bukan cuma saya yang dipanggil, semua pemilik lahan waktu itu juga dipanggil dimintai keterangan,"kata dia.

Pihak desa katanya bukan yang berwewenang dalam proyek pembangunan yang dananya bersumber dari APBN tersebut. "Kebetulan lokasi proyeknya di desa kami, sosialisasi pembebasan lahannya di desa,"ujarnya.

Pembebasan lahan inilah yang disebut sebut jadi sorotan. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help