Bunuh 3.700 Orang Dalam 3 Bulan. Duterte Senang Disamakan dengan Hitler

Dampak berikutnya, sejumlah penjahat kemudian berbalik mendukung polisi dan melakukan penembakan terhadap para geng narkoba.

Bunuh 3.700 Orang Dalam 3 Bulan. Duterte Senang Disamakan dengan Hitler
EPA
Hukum tembak di tempat untuk bandar narkoba di Filipina 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Perang terhadap narkoba yang dilancarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terus berlanjut.

Hanya dalam tiga bulan, sebanyak 3.700 pengedar ditembak di jalanan. Sebanyak 26.000 preman dan pengguna juga ditangkap.

Tindakan Duterte ini dikutuk dunia sebagai Holocaust terburuk saat ini. Ia bahkan disamakan dengan Hitler karena membunuh tanpa belas kasihan.

Namun Duterte tak peduli. "Hitler membantai tiga juta orang Yahudi, sekarang, ada tiga juta pecandu narkoba. Aku senang membantai mereka, " katanya dalam sebuah pidato di Davao, seperti dilansir BBC.

Hubungan Duterte dan sekutunya Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 65 tahun memburuk.

Namun, bukannya melunak, Duterte justru mengusir seluruh pasukan AS yang membuat pangkalan militer untuk NATO di Filipina.

Jumlah korban yang tewas oleh pengadilan jalanan ini mendapat kutukan dari PBB, AS, Uni Eropa dan Gereja Katolik di Roma. Duterte dianggap melanggar HAM.

Kebijakan Duterte yang dijuluki 'The Punisher' ini tidak hanya mengungkap kekejaman polisi Filipina.

Dampak berikutnya, sejumlah penjahat kemudian berbalik mendukung polisi dan melakukan penembakan terhadap para geng narkoba.

Mereka ingin memperlihatkan dukungan terhadap kebijakan sadis Duterte untuk menutup kejahatannya, demikian laporan The Huffington Post.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved