Polda-Kejati Kepri Dikabarkan Selidiki Waduk Gesek, Ada Apa?

Penyidik Polda dan Kejati Kepri dikabarkan turun menyelidiki temuan di Waduk Gesek. Ada apa dengan Waduk Gesek?

Polda-Kejati Kepri Dikabarkan Selidiki Waduk Gesek, Ada Apa?
bintankab.go.id
Gubernur didampingi Wakil Bupati, Sekda dan Kadis PU Prov Kepri sedang meninjau Pembangunan Waduk Gesek 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Semilir angin berembus di sekitar waduk Gesek KM 20 Desa Toapaya Selatan, Kamis pagi (10/10/2016). Air bening yang bermuara ke sana seperti menyiratkan kesejukan.

Namun siapa nanya, dibalik kesejukan itu, gosip panas menyeruak datang di seputaran waduk. Ya, gosipnya, waduk itu sedang dalam sorotan telunjuk penegak hukum.

Lagi lagi persoalan lahan menjadi pangkalnya. Entah yang sudah berapakali dalam setiap persoalan proyek fisik, lahan selalu menyisakan persoalan yang tak kunjung tuntas.

Jika diibaratkan buku, berkas perkara lahan dalam setiap proyek bisa menjadi tumpukan buku yang tak pernah tamat ditulis. Ini juga yang sedang menghinggapi Waduk Gesek. Lembaran lama dibuka kembali.

Kepala Desa Toapaya Selatan Suhendra menyatakan dirinya sudah dimintai keterangan oleh Penyidik Polda Kepri dua hari lalu. Itu menjadi pemanggilan kedua dirinya setelah enam bulan yang lalu Kejati juga memanggilnya dalam persoalan sama.

Suhendra mengaku tak ingat berapa pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. Yang dia tahu, materi pertanyaan masih seputaran lahan sebagas yang diketahuinya.

"Yang jelas saya katakan apa adanya, sebatas apa yang saya ketahui," ujarnya.

Saat ditanya, apakah pemanggilan dirinya untuk dimintai keterangan seputar isu dugaan adanya penggelembungan harga lahan proyek itu di masa lalu, Hendra tak mengaku tak ingin berkomentar panjang.

"Isunya iya begitu, tapi kita kan kades hanya sebagai mediator saja kala itu, tim yang mengurusi itu yang tahu persis," kata dia.

Seperti diketahui, sebidang lahan di waduk itu menurut sang kades dihargai Rp 50 an ribu hingga Rp 60 an ribu per meter saat itu, tergantung kondisinya. J

ika ada tanaman di situ tanamanya juga dikalkulasikan sepaket. Nilai harga itu dinilai terlalu ketinggian untuk kondisi pada empat atau lima tahun lalu. Hal itu yang menjadi sorotan penegak hukum.

Mantan Camat Topaya Fachrim yang dihubungi soal itu mengaku tidak tahu banyak perkara lahan waduk di KM 20 Gesek.

Dia mengatakan ada baiknya menghubungi tim appraisal yang mengurus soal itu atau ke Kantor Badan Pertanahan (BPN) langsung. "Sebab mereka yang lebih tahu soal itu," kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved