Rencana Kenaikan Tarif Listrik Batam

Apa Kabar Rencana Kenaikan Tarif Listrik Batam yang Sudah Dibahas DPRD Kepri Sejak April Lalu?

Sejak draft usulan kenaikan tersebut selesai dibahas Gubernur Kepri dan diserahkan ke DPRD Kepri April lalu, ternyata mandek di Dewan.

Apa Kabar Rencana Kenaikan Tarif Listrik Batam yang Sudah Dibahas DPRD Kepri Sejak April Lalu?
Gardu induk listrik interkoneksi Batam-Bintan yang sudah rampung. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Usulan kenaikan tarif listrik PLN Batam tampaknya tinggal menjadi kenangan.

Sejak draft usulan kenaikan tersebut selesai dibahas Gubernur Kepri dan diserahkan ke DPRD Kepri April lalu, ternyata sampai kini Dewan tak kunjung memberikan jawabannya atas usulan tersebut.

DPRD Kepri pun terlihat ogah-ogahan membahas usulan kenaikan tarif.

Pasalnya, usulan tersebut dianggap tidak terlalu urgent.

Sesuai aturan baru, tarif listrik ditetapkan Gubernur setelah mendapat persetujuan DPRD Provinsi Kepri.

"Kalau melihat dari April sampai sekarang, yah sebenarnya usulan kenaikan tarif ini tidak menjadi prioritas," ujar anggota komisi III DPRD Kepri, Irwansyah, saat menjadi satu diantara pembicara dalam diskusi ketenagalistrikan yang digelar oleh‎ Center for studies of corporate service (Centros) di Batam Centre, Selasa (11/10/2016).‎

DPRD Kepri yang sudah melakukan pembahasan sebanyak empat kali itu, belum juga mendapatkan titik temu.

Selain itu, pertimbangan ramainya penolakan atas kenaikan tarif dari pimpinan daerah yang muncul di media massa menjadi‎ kendala lain.

"Kendalanya saya pikir karena kita banyak kesibukan, mulai dari pembahasan ranperda SOTK, APBD, dan sebagainya. Ini tidak jadi prioritas, makanya pembahasan tidak kami dahulukan. Kemudian di media kita lihat juga wali kota menolak, gubernur menolak," katanya.

Terkait hal ini, Sekretaris Perusahaan PLN Batam Agus Subekti menuturkansebagai operator, PLN Batam patuh saja terhadap regulator.

"Kita kan cuma operator, jadi patuh saja. Besarannya berapa itu tergantung regulator. Cuma jangan lupa, kamikan di sini memberikan sesuatu yang sama dengan daerah yang berbeda," ucap Agus. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help