Ini Dia TV dan Radio di Kepri yang Paling Peduli Anak

KPID Kepri memberikan apresiasi kepada setiap lembaga TV maupun radio yang peduli terhadap pendidikan anak dan peduli terhadap budaya.

Ini Dia TV dan Radio di Kepri yang Paling Peduli Anak
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyerahkan penghargaan Anugerah KPID Kepri 2016 kepada sejumlah radio dan televisi di Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah membuka acara Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri 2016 di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (11/10/2016)

Arif mengajak para pengelola televisi dan radio untuk menyiarkan tayangan yang membangun serta bersifat positif.

Acara yang baik agar tetap dipertahankan.

"Janganlah mengembangkan acara TV yang tidak baik bagi generasi muda. Seperti acara perselingkuhan, kehidupan gelamor, perkelahian, kekerasan yang akan menimbulkan rasa takut kepada anak-anak dan sejenisnya," kata Arif.

KPID Kepri memberikan apresiasi kepada setiap lembaga TV maupun radio yang peduli terhadap pendidikan anak dan peduli terhadap budaya.

"Jika KPI menegur salah satu acara televisi, itu karena KPI menampung aspirasi masyarakat, bukan menampung aspirasi pemerintah. Karena, KPI adalah mewakili peran masyarakat bukan peran pemerintah," jelas Arif lagi.

Arif pun mengucapkan selamat kepada KPID Kepri yang telah mengadakan Anugerah KPID 2016, serta mengucapkan selamat kepada para pemenang.

Tiga pemenang penghargaan KPID Kepri 2016 untuk kategori peduli pendidikan anak adalah Trans TV Batam, kategori Peduli perbatasan terbaik untuk Batam TV, dan TV Kepri mendapatkan penghargaan kategori Peduli Budaya.

Untuk Radio, kategori peduli pendidikan anak terbaik diraih Radio Batam FM, kategori peduli perbatasan terbaik RRI Batam, dan kategori budaya terbaik kepada RRI Tanjungpinang.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, ketua KPI Pusat di wakili Sujarwanto Rahmat Arifin, Ketua KPID Kepri Azwardi, Sekretaris Komisi 1 DPRD Kepri Sarafuddin Aluan.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help