Duterte Kunjungan ke Cina, Tapi "Gertak" Tak Ada Konsesi

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu (16/10/2016), bersumpah tidak akan menukar wilayah dan hak ekonomi negaranya dengan China.

Duterte Kunjungan ke Cina, Tapi
TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, DAVAO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu (16/10/2016), bersumpah tidak akan menukar wilayah dan hak ekonomi negaranya dengan China.

Pernyataan ini disampaikan Duterte menjelang kunjungan kerjanya ke China pekan depan yang diharapkan bisa memperbaiki hubungan akibat sengketa Laut China Selatan.

Pada Selasa (18/10/2016), Duterte akan bertolak ke China dan akan membawa delegasi bisnis berjumlah besar untuk mengamankan investasi China di saat hubungan Filipina dan sekutu lamanya, AS memburuk.

Duterte menambahkan, dia juga akan membicarakan hasil mahkamah arbitrase soal Laut China Selatan dengan Presiden Xi Jinping.

Mahkamah arbitrase internasional di penghujung masa pemerintahan Benigno Aquino menyatakan China tak bisa mengklaim seluruh Laut China Selatan termasuk yang berada di dekat Filipina.

China, yang menolak keputusan tersebut, memang mengklaim hampir semua wilayah perairan strategis tersebut dan bahkan sudah membangun pulau buatan di kawasan sengketa.

Sebelumnya, Duterte berjanji untuk tidak menggunakan keputusan pada Juli lalu demi meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

Namun, sejumlah kalangan mengkritik langkah ini karena bisa berujung Filipina menyerahkan hak ekonominya di laut kepada tetangganya yang lebih besar.

"Saya akan sangat berhati-hati dalam melakukan tawar menawar, sebab pada akhirnya saya tak bisa memberikan yang bukan milik saya dan saya tak mendapatkan mandat untuk melakukan hal-hal semacam itu," ujar Duterte kepada jurnalis di Davao.

"Keputusan mahkamah arbitrase akan dibicarakan tetapi tak akan digunakan dengan keras. Kami akan membicarakannya dan mungkin akan merangkum semuanya dan menetapkan batas wilayah serta zona ekonomi," tambah Duterte.

Keinginan Duterte untuk melakukan negosiasi terkait Laut China Selatan disambut hangat oleh Beijing.

Di hari yang sama, Duterte mengatakan, dia sudah sepakat dengan hakim Mahkamah Agung Antonio Caprio bahwa presiden bisa dimakzulkan jika menyerahkan Scarborough Shoal.

Scarborough Shoal adalah kawasan penangkapan ikan di zona ekonomi eksklusif Filipina di Laut China Selatan yang direbut China pada 2013 dan menjadi sumber sengketa kedua negara. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved