TribunBatam/

Karut Marut Lahan di Batam

Berdasarkan Simulasi UWTO, Tarif Batam Center Tertinggi. Ini Detailnya

Berdasarkan simulasi, tarif UWTO tertinggi di Batam Center. Ini detailnya

Berdasarkan Simulasi UWTO, Tarif Batam Center Tertinggi. Ini Detailnya
www.getscoop.com
Ilustrasi. Harian Tribun Batam edisi Senin (17/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Peraturan Kepala BP Batam yang menjadi turunan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148 tahun 2016, rencananya akan ditandatangani Kepala BP Batam, Hatanto Reksodiputro, Senin (17/10/2016) malam.

Tak seperti kekhawatiran kalangan asosiasi pengusaha, dalam konfrensi pers BP Batam yang dimoderatori Kapolda Kepri, Sam Budigusdian itu, tarif layanan lahan untuk perpanjangan UWTO dinilai lebih ramah masyarakat dan investor. Untuk rumah di bawah 200 m2 saja, rentang tarif yang akan diberlakukan mulai Rp15.100-Rp89.000.

Pembagian tarif itu didasarkan pada peruntukan dan per kelurahan. Dimana tarif terendah berada di kawasan Tanjungpiayu, yakni Rp15.100 dan tarif tertinggi berada di kawasan Teluk Tering-Batam Center, Rp89.000.

"Kami amankan dulu mereka yang punya lahan di bawah 200 meter persegi. Untuk perumahan itu kami pecah lagi," kata Kepala BP Batam, Hatanto Reksodiputro.

Pembagiannya terbagi pada rumah susun sederhana (subsidi), tarif lahan kategori rumah ini dikatakan tidak naik. Ada lagi pembedaan tarif untuk rumah sederhana dan rumah kelas menengah. Begitupun untuk apartemen, terbagi menjadi apartemen sederhana dan apartemen mewah.

"Untuk apartemen ini, di perka kami akan merinci kembali tarif-tarif itu berdasarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Sedangkan penetapan tarif perpanjangan lahan untuk kawasan industri, Hatanto menegaskan, juga akan diberlakukan public policy. Jika tidak memenuhi unsur lingkungan (hijau) harga lahannya memang akan ditinggikan. Sementara bagi kawasan industri yang memiliki kategori bersih, mendatangkan lapangan kerja dan memberikan pendapatan kerja yang lebih baik, akan diberikan insentif.

"Jadi pembagian tarif ini, peruntukannya dirinci, juga berdasarkan kelurahan. Untuk rumah minimum di Tanjung Piayu, dan maksimumnya di Batam Center. Untuk toko, dan ruko, tarifnya juga masih jauh dari nilai tertinggi. Di PMK kan tertinggi sekitar Rp6 jutaan untuk perpanjangan, di Perka cuma Rp300 ribuan," kata Hatanto. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help