Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah Bubarkan Parlemen. Lalu Apa yang akan Terjadi?

Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Minggu (16/10/2016), mengeluarkan dekrit pembubaran majelis nasional.

Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah Bubarkan Parlemen. Lalu Apa yang akan Terjadi?
Associated Press
Majelis Nasional Kuwait saat pelantikan Legislatif Majelis Nasional ke-14, 16 Desember 2012. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KUWAIT CITY — Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Minggu (16/10/2016), mengeluarkan dekrit pembubaran majelis nasional atau parlemen.

Kantor berita Pemerintah Kuwait, KUNA, melaporkan, dekrit tersebut terbit setelah Emir Sabah menggelar pertemuan darurat dengan para petinggi negara.

Alasan keputusan yang juga menjatuhkan pemerintah itu adalah karena “kurangnya kerja sama”.

Pembubaran ini memicu diselenggarakannya pemilu dini.

Sehari sebelumnya, Ketua Parlemen Marzouk al-Ghanem menyerukan pemilu dipercepat karena meningkatnya tantangan keamanan dan ekonomi.

Berdasarkan konstitusi Kuwait, pemilihan dini harus diselenggarakan dalam waktu dua bulan setelah pembubaran parlemen.

Pemilihan legislatif terakhir diselenggarakan Kuwait pada tahun 2013.

Kuwait merupakan salah satu negara produsen minyak utama dan sekutu Amerika Serikat.   (kompas.com)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help