Dukung Presiden Duterte dan Beraksi di Kedutaan AS, Pendemo Malah Ditabrak Polisi

Sebuah mobil van milik polisi menabrak dan menggilas pengunjuk rasa bersenjatakan pentungan di luar kedutaan besar AS di Manila.

Dukung Presiden Duterte dan Beraksi di Kedutaan AS, Pendemo Malah Ditabrak Polisi
AFP
Mobil polisi yang menabrak pendemo di Manila, Kamis (19/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Kepolisian Manila, Filipina menggunakan cara yang mengejutkan saat membubarkan aksi demo di depan Kedutaan Amerika Serikat, Rabu (19/10/2016).

Sebuah mobil van milik polisi menabrak dan menggilas pengunjuk rasa bersenjatakan pentungan di luar kedutaan besar AS di Manila, menurut dilaporkan AFP.

Polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk mencoba membubarkan ratusan orang yang berkumpul di depan kedutaan.

Aksi demo itu sebenarnyaq mendukung komentar terbaru Presiden Rodrigo Duterte bahwa ia ingin melonggarkan aliansi negaranya dengan Amerika Serikat.

Sebanyak 23 demonstran ditangkap, kata Kepala Inspektur Arsenio Riparip yang mengamankan aksi demo tersebut.

Polisi nekat menabrak para pendemo karena situasi mulai tidak kondusif. Para pengunjuk rasa menerobos garis polisi dan hendak menyerbu gerbang kedutaan.

"Kami harus membubarkan mereka. Mereka mencoba untuk memasuki kedutaan," kata Riparip seperti dikutip AFP.

Setelah membubarkan pendemo dengan gas air mata, tiba-tiba sebuah van polisi berwarna putih menerobos kerumunan.

Mobil itu maju dan mundur untuk menerobos para pendemo.

Akibatnya, beberapa orang terjatuh. Bahkan seorang pria berambut abu-abu terperangkap di bawah van tersebut. Pinggulnya digilas oleh roda van.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved