20 Perusahaan di Batam Gunakan Radiografi, Ini Peruntukkannya

Terdapat 20 perusahaan di Batam yang menggunakan teknologi nuklir berupa kamera radiografi sebanyak 84 unit yang berizin

20 Perusahaan di Batam Gunakan Radiografi, Ini Peruntukkannya
tribunbatam/argianto
Suasana sosialisasi Bapetan di Batam, Kamis (20/10/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Batam Abd Rahman Mawazi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terdapat 20 perusahaan di Batam yang menggunakan teknologi nuklir berupa kamera radiografi sebanyak 84 unit yang berizin. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Hukum dan Organisasi Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapetan), Runi Handayani, dalam pelatihan untuk jurnalis tentang pengawasan kamera radiografi, di Harmoni Suitte, Kamis (20/10/2016).

Menurut sekretaris Utama Bapeten, Hendriyanto, Batam paling banyak pemanfaatan di bidang medis dan industri. Untuk industri kabanyakan digunakan untuk NDT (Non Destructive test) atau pengujian. Sejauh ini, Batam masih aman dari radiasi nuklir dari kamera radiografi, tetapi harus tetap waspada pada potensi buruk yang bisa ditimbulkan. Bahkan dua di antaranya mendapatkan penghargaan perusahaan terbaik dalam pemanfaatan kamera radiografi.

Runi menerangkan, radiografi itu banyak digunakan di rumah sakit ataupun klinik kesehatan dan juga yang industri. Yang di rumah sakit berupa peralatan rotgen, CT Scan, 3D CBCT X-Ray atau rotgen untuk gigi, dan lain sebagainya. Sedangkan kamera radiografi banyak digunakan untuk industri sebagai bagian dari pengujian atas hasil kerja.

"Penggunaan kamare radiografi ini biasanya dilakukan untuk banyak hal, seperti untuk mengetahui kebocoran pipa atau juga kekuatan aspal dan tanah. Pada dasarnya, nuklir yang terkandung dalam kamera ini berbahaya sehingga tidak boleh digunakan sembarang. Dan kami bertugas untuk mengawasinya," terangnya.

Efek samping NDT adalah penyakit kanker. Hal inilah yang harus diwaspadai oleh semua pihak, baik instansi maupun masyarakat umum. Sebab, ada kadar tertentu atau batas standar bagi tubuh manusia agar radiasinya tidak mengganggu sel-sel dalam tubuh. Sedangkan akibat yang cukup fatal ialah kematian.

Menurut Runi, hingga saat ini, yang paling banyak melakukan pelanggan tentang pengunaan radiologi justru dari klinik kesehatan. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar masyarakat menyakan ke pada pihak rumah sakit yang menyediakan fasilitas radiologi untuk menanyakan tentang izin penggunaan peratan tersebut. Sebab, aturan yang ketat pun masih banyak terjadi kecolongan adanya berbagai modus untuk bisa lolos masuk.

"Kalau mau aman menggunakan peralatan radiologi di rumah sakit, ya sebaiknya ditanyakan saja izinnya. Kalau tidak ada izinnya, jangan mau periksa karena bisa berbahaya sebab tidak sesuai dengan standar," jelasnya lagi. Apabila menemukan yang tidak berizi, tambah Runi, ia mempersilahkan untuk melaporkan kepada Bapeten. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help