Dimas Kanjeng Ditangkap

Edan, Ternyata Penasihat Hukum Dimas Kanjeng Pun Ikut Tertipu Rp 35 Miliar

Barang bukti uang dari berbagai negara yang diduga palsu itu diserahkan korban ke penyidik Drektorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim di Surabaya, Ra

Edan, Ternyata Penasihat Hukum Dimas Kanjeng Pun Ikut Tertipu Rp 35 Miliar
KOMPAS IMAGES/HANDOUT
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat meresmikan jalan desa yang dia bangun dengan dana pribadi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Daftar korban dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi bakal terus bertambah.

Terbaru, orang dekat sekaligus penasihat hukum padepokan Dimas Kanjeng, Muhamad Ali asal Kudus, Jawa Tengah, turut tertipu senilai Rp 35 miliar.

Barang bukti uang dari berbagai negara yang diduga palsu itu diserahkan korban ke penyidik Drektorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim di Surabaya, Rabu (19/10/2016).

Di antaranya tiga koper ukuran 60 x 80 sentimeter berisi uang pecahan dolar AS, Kanada, Real, India, Euro dan lainnya.

Totalnya 118 bendel, masing-masing bendel berisi 1.000 lembar.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono, menjelaskan dugaan penipuan itu berawal saat korban Muhamad Ali menjadi penasihat hukum padepokan.

Dari kedekatannya itu, suatu saat Dimas Kanjeng Taat Pribadi melontarkan keinginannya meminjam uang Rp 35 miliar untuk dana talangan.

Korban saat itu langsung percaya karena yang ngomong adalah Taat Pribadi.

Apalagi pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dianggap sebagai orang berpengaruh.

"Uang akhirnya diserahkan pada Taat Pribadi secara bertahap hingga totalnya Rp 35 miliar," jelas Kombes Argo.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved