Kecelakaan Kerja di Tanjungpinang Tinggi, Ini Penyebabnya Versi Dinsosnaker

Angka kecelakaan kerja di Kota Tanjungpinang tahun ini masih tinggi. Sampai dengan Oktober ada tiga orang meninggal dunia karena kecelakaan kerja

Kecelakaan Kerja di Tanjungpinang Tinggi, Ini Penyebabnya Versi Dinsosnaker
Tribunnews batam/eko
Surjadi, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) kota Tanjungpinang menjenguk Sinah, TKW yang dideportasi dari Malaysia dan melahirkan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (6/8/2014). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Angka kecelakaan kerja di Kota Tanjungpinang tahun ini masih tinggi. Sampai dengan Oktober ada tiga orang meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Mereka merupakan pekerja konstruksi.

Hal ini pun mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang. Terutama soal pentingnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Tahun ini pekerja meninggal karena kecelakaan kerja ada 3 orang. Ini masih tergolong tinggi," kata Surjadi Kepala Dinsosnaker Tanjungpinang, Kamis (20/10/2016).

Menurutnya, tahun lalu juga ada tiga kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Meskipun angka tersebut bila dibandingkan tahun ini sampai Oktober masih sama. Namun jumlah tersebut masih tergolong tinggi untuk Kota Tanjungpinang.

Sampai saat ini masih banyak pekerja yang melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi, seperti konstruksi namun tidak menggunakan peralatan keselamatan sesuai standar. Padahal, lanjut Surjadi, K3 harus diutamakan dalam bekerja.

Oleh karena itu, pihak akan melakukan sosialisasi dan kampanye terkait hal tersebut. Sehingga Kota Tanjungpinang diharapkan dapat mencapai angka nol atau zero accident.

Untuk keikutsertaan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagian pekerja sudah tercover. Namun pihaknya tetap akan mendorong agar cakupan BPJS Ketenagakerjaan ini lebih luas. Sehingga saat terjadi sesuatu seperti kecelakaan kerja dan sebagainya, pekerja dan keluarga bisa terbantu.

"Kami sangat mendorong cakupan BPJS Ketenagakerjaan. Bagaimana seluruh pekerja, baik penerima upah maupun tidak penerima upah terlindungi," katanya. (*) 

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help