Keluarga Bocah Korban Sodomi di Kijang Lapor ke KPPAD, Karena Lapor Polisi Tak Direspon

Keluarga bocah korbaan dugaan sodomi di Kijang melapor ke Komisi Perlindungan Anak Kepri karena laporan ke polisi tak direspon. Ini jawaban KPPAD

Keluarga Bocah Korban Sodomi di Kijang Lapor ke KPPAD, Karena Lapor Polisi Tak Direspon
tribunnews.com
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali mengusik warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

S (6), korban, adalah siswa SD di Kijang diduga disodomi oleh F, yang masih kelas 1 SMP di salah satu sekolah di Kijang, Bintan Timur.

Peristiwa kekerasan seksual tersebut dilakukan F kepada S di Lapangan Relief Antam Kijang.

Sebetulnya, kejadian tersebut sudah berlalu sekitar sebulan lalu. Kejadian ini menurut warga sudah pernah dilaporkan ke Polsek Bintan Timur. Namun karena tidak ada kelanjutan dan respon kepolisian, keluarga mengadukan hal tersebut ke Komosi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

Korban sendiri sudah hampir sebulan enggan bersekolah. Dia trauma berat. Sementara pelaku sampai saat ini tetap bersekolah, seakan tak terjadi apa apa.

Muhammad Faizal, ketua KPPAD, Kamis (20/10/2016), di Tanjungpinang mengatakan, laporan keluarga korban masuk sekitar pekan lalu ke kantornya. Sejak itu, mereka mengumpulkan keterangan data untuk menentukan arah kasus. Apakah kelak nanti sipelaku bisa diseret ke meja hukum?

"Kita belum bisa memutuskan itu. KPPAD memang bisa merekomendasikan kasus kekerasan anak dipidanakan. Maka itu kami terus mengumpulkan data di lapangan,"kata Faizal.

Kasus ini terbilang tak mudah jika dibawah ke ranah pidana anak. Sebab baik pelaku maupun korban sama sama di bawah umur. Selain itu, ada kecenderungan pelaku sodomi di bawah umur melakukan kekerasan seksual tersebut karena pernah menjadi korban.

"Maka kita telusuri data data di lapangan. Apakah pelakunya pernah menjadi korban kekerasan seksual juga, biasanya begitu kondisinya," kata Faizal. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved