Sudah Dua Tahun Sekolah Rusak Kena Longsoran Tanah Belum Ada Perbaikan

Lantai yang terbuat dari kayu di beberapa ruang kelas pun sudah tidak beraturan karena longsoran tanah dari bukit di belakang sekolah telah merusaknya

Sudah Dua Tahun Sekolah Rusak Kena Longsoran Tanah Belum Ada Perbaikan
handout
Kondisi bangunan SD 006 di wilayah perbatasan Desa Ubol Sulok yang miring diterjang longsor dari bukit dibelakang sekolah. Selama dua tahun, siswa terpaksa belajar di balai pertemuan desa karena takut sekolahnya roboh. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Kondisi bangunan Sekolah Dasar 006 Ubol Sulok, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sudah mulai miring.

Sebagian kaki bangunan yang menyangga bangunan rumah panggung tersebut sudah terlihat terlepas.

Lantai yang terbuat dari kayu di beberapa ruang kelas pun sudah tidak beraturan karena longsoran tanah dari bukit di belakang sekolah telah merusaknya.

Kondisi tujuh ruang kelas yang dibangun dari kayu tersebut sudah sangat memprihatinkan.

“Bangunannya kayu sampai sudah termiring itu rusak parah sudah. Kan di sana lantainya itu kayu papan, ya melintang melintang karena memang terkena longsor,” ujar Anggota Komisi II DPRD Nunukan Ramli, Kamis (20/10/2016).

Karena takut terjadi longsor susulan yang terjadi di bukit belakang sekolah, siswa SD 006 Ubol Sulok terpaksa pindah belajar ke balai pertemuan desa setempat.

Terbatasnya daya tampung balai pertemuan membuat kegiatan belajar mengajar tidak bisa maksimal.

Padahal SD tersebut menmapung siswa dari 4 desa yang berada di wilayah perbatasan tersebut.

Ramli berharap pemerintah daerah segera memprioritaskan adanya pembangunan gedung baru SD 006.

“Sudah 2 tahun kondisi seperti ini. Sudah tidak layak untuk sekolah karena membahayakan siswa,” imbuh Ramli.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Akhmad mengaku telah memasukkan kegiatan rehabilitasi SD 006 Ubol Sulok ke dalam program pembangunan sekolah, namun saat ini masih terkendala kondisi APBD daerah yang mengalami defisit.

Pihaknya masih akan melakukan tinjauan apakah pembangunan SD 006 masuk skala prioritas tahun ini dan mengecek penganggaran pembangunan sekolah tersebut dari dana alokasi khusus (DAK) atau dari APBD Nunukan yang saat ini diketahui sedang defisit.

“Mungkin juga terkait dengan defisit anggaran daerah juga, makanya kita lihat dulu apakakah itu sifatnya yang DAK, kalau DAK tidak ada masalah sebenarnya untuk kami lakukan,” ujar Akhmad.(sukoco)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved