Beralasan Totok Lancarkan Darah, Tukang Urut Ini Bikin Pasien Cantiknya Berteriak-teriak. Kenapa?

Bukannya sembuh, aksi tukang urut cabul ini harus berakhir di kantor polisi setelah mencabuli korbannya dengan cara ini

Beralasan Totok Lancarkan Darah, Tukang Urut Ini Bikin Pasien Cantiknya Berteriak-teriak. Kenapa?
wartakota
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TABANAN - Kasus pelecehan seksual menimpa remaja asal Banjar Kemetug, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur berinisal Putu MW (19) yang merupakan seorang pegawai honorer di Pemkab Tabanan, Bali.

Dengan menggunakan pakaian adat madya dan diantar oleh bapaknya I Made Artaya (48), Putu MW melaporkan kasus yang terjadi pada Rabu (19/10/2016) di rumah terlapor I Wayan S (72) di Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan ke Polres Tabanan sekitar pukul 11.00 wita.

“Saya diurut karena terjatuh dari tangga, saat ke Yeh Malet saya menggunakan celana jin panjang dan tidak bisa digulung, makanya saya ganti dengan menggunakan jaket bapak,” kata Putu MW, (20/10/2016).

Saat diurut dan hanya mengenakan jaket orang tuanya itulah Putu MW diduga dilecehkan oleh terlapor I Wayan S (72) .

Perempuan yang mengenakan baju warna biru itu menyebutkan, awalnya diurut dari mata kaki di bagian keseleo, terus ke betis hingga ke bagian paha.

“Setelah itu menyentuh bagian terlarang,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, pada hari Rabu tanggal 19 Oktober 2016 sekira jam 19.00 wita korban bersama orang tuanya I Made Artaya datang ke rumah terlapor I Wayan S untuk berobat karena pergelangan kaki Putu MW keseleo/terkilir.

Awalnya saat dilakukan pemijatan, korban ditemani oleh bapaknya, kemudian I Wayan S berulang - ulang menyampaikan kepada Artaya untuk membelikan korban air minum agar memperlancar peredaran darah.

Sehingga Artaya pergi ke warung, sewaktu orang tua korban berada di warung, tiba-tiba korban berteriak karena tangan kiri korban menyentuh kemaluan korban dan memasukkan jari tangannya ke dalam kemaluannya.

Sewaktu korban bertanya kepada terlapor, terlapor bilang untuk memperlancar peredaran darah.

Setelah selesai dipijat, dan sampai di rumah korban menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Selanjutnya dilaporkan ke Polres Tabanan.

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut dan saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pihak penyidik Polres Tabanan telah melakukan visum terhadap korban.

“Kasusnya masih lidik dan korban sudah di visum dan sedang menunggu hasil,” katanya. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help