Mewabah! Bisnis Buah Bonsai Laris Manis di Bintan. Ini Harga per Embernya

Dalam sehari, omzet jualan tanaman buah bonsai, Toyo meraup uang Rp 200 ribuan. Pelanggannya mulai mengantre. Ini harga tanaman bonsai buahnya

Mewabah! Bisnis Buah Bonsai Laris Manis di Bintan. Ini Harga per Embernya
tribunbatam/aminnudin
Konsumen memperlihatkan varian buah bonsai hasil vegetasi yang ditawarkan dalam bisnis paket, Jumat (21/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Wajah Toyo (24) berbinar. Dengan cekatan dia menarik himpunan batang mangga bonsai dari keranjang kemudian diberikan kepada pembeli, Jumat (21/10/2016).

Transaksi usai, duit berpindah, berjabat tangan, selesai. Toyo lalu berkemas menyusuri sudut sudut jalan lain di Bintan menawarkan stok yang masih ada.

Bisnis tanaman buah bonsai sedang geliat. Peminatnya bejibun sebab memberikan kemudahan bertani. Cukup dengan pot ember ukuran 25 kg, buah mangga hasil stek atau vegetasi tanaman bisa berbuah dalam hitungan 6 hingga 7 bulan ke depan.
Ketimbang menunggu tahunan, tanaman buah bonsai dinilai lebih praktis. Jenis buahnya suka-suka. Mau mangga rasa apel? Atau mangga kombinasi durian, atau sebaliknya apel kombinasi leci.

"Di rumah, ada enam pot berisi tanaman buah bonsai hasil beli. Saya pikir masih kurang, maka setiap ada penjualnya mampir saya beli," kata Jono, salah satu konsumen.

Bonsai buah tanam ditawarkan dalam aneka paket. Satu paket berisi tiga batang aneka varian dengan harga Rp 60 ribu per paketnya. "Jika beli dua paket, kita ada diskon khusus. Intinya, prinsip marketing juga berlaku dalam dunia ini,"ucap Toyo sambil tersenyum.

Jenis jenisnya beraneka. Tak melulu soal mangga. Toyo menyediakan katalog aneka buah stek yang tinggal dipilih konsumen. Dalam katalog itu, tersedia buah leci, jeruk, apel, rambutan, jambu aneka varian rasa.

Yang menarik dari cara bertani buah bonsai teknik stek ini adalah penggunaan pupuknya. Jono, pelanggan setia, membuat sendiri pupuk kering dari bahan organik. Dia menyediakan pot dari kaleng ukuran 25 kg hingga 30 kg.

Pupuk buatanya tersebut tinggal disebarkan dalam pot. Biaya bertanam dengan cara demikian tak membutuhkan biaya banyak. "Yang penting ulet, buahnya akan sehat sehat,"kata dia sambil mengatakan tak sabar menanti panen.

Dalam Sehari Laku Ratusan Ribu

Toyo mengatakan, sebulan, kontainer tanaman buah bonsai masuk dari Jakarta. Dalam satu kontainer, berisi 200 ratusan batang stek tanaman buah yang didistribusikan dari Malang, Jawa Timur. Begitu tiba, dia dan kawannya langsung memasarkannya secara door to door tau face to face ke setiap jalan.

Pelanggan terbanyak masih didominasi kalangan pertokoan dan diler. Sebagian kalangan perkantoran pemerintah. Sehari, puluhan batang dijajakan dengan omzet rata rata per hari Rp 200 ribuan.

Bisnis berjualan tananam buah bonsai terletak pada kesabaran. Jika sabar, omzet sebesar itu tak akan lari ke mana mana. "Intinya kesabaran dan mau berpeluh sinar matahari. Kalau ogah itu, tak akan dapat apa apa,"katanya.

Satu lagi, jangan sungkan atau malu. Dalam pemasaran door to door atau face to face model apapun modalnya adalah keberanian dan kepercayaan diri.

"Dan jangan lupa pastikan konsumen mendapatkan penjelasan lengkap, mulai dari teknik tanam dan perawatan hingga keuntungan bertaninya. Jika informasi keliru, hasil tak sesuai harapan, dan pelanggan kecewa," ucapnya. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved