KISAH Mata Hari, Penari Erotis Jadi Mata-Mata Dua Negara & Dihukum Mati. Dia Pernah Tinggal di Jawa

Saat Perang Dunia I berkecamuk, nama penari erotis Mata Hari begitu dikenal di kalangan tokoh politik dan militer Perancis.

KISAH Mata Hari, Penari Erotis Jadi Mata-Mata Dua Negara & Dihukum Mati. Dia Pernah Tinggal di Jawa
The Vintage News
Mata Hari alias Margareta Zhelle 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM- Saat  Perang Dunia I berkecamuk, nama penari erotis Mata Hari begitu dikenal di kalangan tokoh politik dan militer Perancis

Tak disangka, ternyata ia menjadi mata-mata dari dua negara sekaligus, yang pada akhirnya membawanya ke kematian.

Mata Hari adalah nama panggung dari Margareta Zhelle, wanita kelahiran Belanda, 7 Agustus 1876. 

Ia menikah dengan seorang perwira Angkatan Darat saat berusia  18 tahun. 

Ia melahirkan dua anak dari pernikahan itu.

Tak lama setelah itu, ia pindah ke Jawa mengikuti suaminya yang ditugaskan di sana. 

Namun, pasangan itu kembali ke Belanda pada tahun 1902, setelah putra mereka meninggal secara misterius.

Ternyata, kehidupan rumah tangga mereka diterpa masalah, sehingga memutuskan bercerai. 

Hak asuh putri Mata Hari jatuh ke tangan suami, sehingga ia memilih pergi ke Paris untuk membangun kehidupannya lagi.

Sebagaimana dikutip dari laman Eye Witness to History, Jumat (21/10/2016), di Perancis Mata Hari belajar tarian erotis dari India. 

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help