Rumah Warga Ambruk di Toapaya

Begini Detik-detik Tumbangnya Pohon. Ibu dan Dua Balita Nyaris Terkubur

Ia langsung meraih kedua anaknya dan membawanya keluar dari rumah yang hampir rubuh itu, tak kuat menahan beratnya pohon yang tumbang.

Begini Detik-detik Tumbangnya Pohon. Ibu dan Dua Balita Nyaris Terkubur
Erni menggendong anaknya setelah selamat dari rumah mereka yang runtuh tertimpa pohon tumbang 

Sebelum pohon tumbang, angin kencang disertai hujan lebat melanda kawasan itu.

Tiba-tiba terdengar suara deru yang cukup keras di luar rumah.

Tak lama kemudian, terdengar suara Brak...!!! Suara itu sangat keras.

Pohon mangga di samping rumah jatuh menimpa tempatnya tinggal Hamdan dan keluarga.

"Aku ketakutan bukan main. Kuangkat tanganku ini ke atas, aku teriak keras," katanya seraya memperagakan tangannya yang menengadah ke atas, menahan kayu-kayu yang berjatuhan.

Ia langsung meraih kedua anaknya dan membawanya keluar dari rumah yang hampir rubuh itu, tak kuat menahan beratnya pohon yang tumbang.

Untung wanita ini cepat sehingga terhindar dari himpitan rumah.

Dahi dua anaknya memar tertimpa benda keras. Begitu juga wajah wanita itu juga tampak lebam. Matanya sembab dan merah.

Di rumahnya yang hancur, warga bekerja keras menyingirkan batang pohon raksasa yang melindas rumah. Aparat kepolisian sibuk mengatur lalu lintas yang macet di depan rumah.

Rumah itu, kata Hamdan, sebenarnya milik kenalan mereka, Aseng, yang tinggal di Batam. Mereka hanya tinggal sementara sambil menjaga kebun si empunya rumah.

Hamdan mengatakan, malam ini mereka memilih mengungsi dulu di rumah tetangga. "Ya, kita mengungsi dulu di tetangga. Nanti baru kita pikirkan apa seharusnya kita buat,"katanya.

Hingga menjelang maghrib, serpihan kerusakan pohon tumbang terus dibersihkan warga dan petugas Tagana dari Badan Penanggulangan Bencana.

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved