Ketua DPD RI Terjerat Suap Gula

Sidang Praperadilan, Pengacara Klaim Irman Gusman Dijebak. Ini Alasannya

Pengacara Irman Gusman, mantan Ketua DPD dan tersangka kasus suap gula, mengklaim kliennya dalam penangkapan KPK dijebak. Ini alasannya

Sidang Praperadilan, Pengacara Klaim Irman Gusman Dijebak. Ini Alasannya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Irman Gusman keluar dari gedung KPK Jakarta menuju ke mobil tahanan KPK usai diperiksa, Sabtu (17/9/2016). 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman merasa dijebak dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 16 September 2016.

“Kami mendapatkan ada indikasi kuat bahwa ini seperti jebakan,” kata anggota tim pengacara Irman, Tommy S Bhail, saat sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016).

Tommy bercerita, awalnya Irman dihubungi rekannya bernama Memi dari Padang, Sumatera Barat, yang ingin menemuinya.

Irman mempersilahkan Memi apabila ingin bertemu. Ia meminta datang ketika dirinya sedang tidak sibuk.

Pada 16 September sore, Memi kembali menghubungi Irman dan mengatakan sudah berada di Jakarta.

Dalam percakapan itu, menurut Tommy, Memi memaksa ingin bertemu Irman pada malam harinya, lantaran ia harus bergegas kembali ke Padang pada keesokan harinya.

“Ketika IG sampai di kediaman menjelang tengah malam, ia sempat menyuruh ajudannya mengecek tamu tersebut apakah sudah datang. Setelah melihat ke ruang tamu ternyata ada seorang laki-laki yang sedang duduk,” ujarnya.

Belakangan diketahui, lelaki itu adalah Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, suami Memi.

Setelah berbincang, Memi dan Sutanto pergi dengan meninggalkan sebuah bungkusan di dalam plastik yang disebut Irman sebagai hadiah atau oleh-oleh.

Irman mengaku tidak mengetahui secara pasti isi bungkusan. Beberapa saat kemudian, petugas KPK menangkap Memi dan Sutanto di depan kediaman Irman di Denpasar Raya No C8, Kuningnan, Jakarta Selatan.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help