Densus 88 Cokok Pengusaha Kulit Usai Antar Anak Sekolah. Ini Perannya

Gatot dicokok sejumlah anggota Densus 88 dibantu puluhan personel Subden 4 Den C Pelopor, Satbrimob Polda Jatim, sekitar pukul 6.30 waktu setempat.

Densus 88 Cokok Pengusaha Kulit Usai Antar Anak Sekolah. Ini Perannya
Surya
Petugas Densus 88 berjaga-jaga usai menangkap seorang pengusaha kulit di Magetan, Jawa Timur, Selasa (25/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MAGETAN - Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap Gatot Witono, warga Jalan Hasanudin 20, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Selasa pagi (25/10).

Gatot yang juga pengusaha kulit lingkungan industri kulit (LIK) ditangkap usai mengantar anak ke Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah, jalan S Parman, Sukowinangun, Magetan.

Gatot dicokok sejumlah anggota Densus 88 dibantu puluhan personel Subden 4 Den C Pelopor, Satbrimob Polda Jatim, sekitar pukul 6.30 waktu setempat.

Informasi yang dihimpun, penangkapan sekaligus penggeledahan di rumah yang juga lokasi praktek dr Dian Ratnawati, istri Gatot Witono itu, sebagai pengembangan kasus bom bunuh diri di Polresta Surakarta.

Dokter Dian Ratnawati merupakan jebolan PNS. Ia pernah menjabat Kepala Puskesmas Panekan, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Sejak memilih keluar dari PNS, Dian memilih membuka praktek di rumah.

Selain mengejar Gatot, Densus juga mencari keberadaan amunisi dan senjata api yang akan digunakan mengacaukan malam tahun baru 2017 mendatang.

Namun, anggota Densus yang menggeledah rumah Gatot selama empat jam sejak pukul 07.00 waktu setempat, hanya membawa puluhan bungkusan berbagai ukuran, termasuk satu unit komputer, dan sejumlah kotak plastik berwarna orange.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono enggan memberi keterangan. Ia berkilah penangkapan sekaligus penggeledahan tersebut kewenangan Densus.

"Ini dari Densus 88 dan tim Inafis Surakarta, kami hanya membantu mengamankan lokasi saja," kata AKP Partono.

Menurutnya, penggeledahan rumah Gatot disaksikan ketua RT, kepala kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

"Kita selain hanya mengamankan lokasi, juga jadi saksi penggeledahan yang dilakukan tim Densus dan inafis Surakarta, bersama perangkat desa dan aparat setempat," ujar dia.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved