Pencurian Ikan Di Perairan Kepri

16 ABK Nelayan Kamboja akan Dideportasi. Saat Ini Mereka Diamankan di Rudenim Tanjungpinang

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat kota Tanjungpinang menerima sebanyak 16 orang anak buah kapal (ABK) nelayan asing, Kamis (27/10/2016) sore.

16 ABK Nelayan Kamboja akan Dideportasi. Saat Ini Mereka Diamankan di Rudenim Tanjungpinang
tribunnews batam/wafa
Sebanyak 16 orang anak buah kapal (ABK) nelayan asing asal Kamboja tiba Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Tanjungpinang, Kamis (27/10/2016) sore. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) kota Tanjungpinang menerima sebanyak 16 orang anak buah kapal (ABK) nelayan asing, Kamis (27/10/2016) sore.

Mereka adalah warga Kamboja yang terkena kasus illegal fishing di Anambas.

Sebelumnya mereka ditangkap Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) daerah setempat.

Kepala Kantor ‎Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang Hamzah mengatakan penyerahan ini dilakukan oleh Kepala Kantor Imigras.

Selanjutnya, ABK akan diproses untuk deportasi.

"Tiga orang lainya nahkoda menjalani proses hukum dan dua ABK menjadi saksi. ‎Yang 16 ini dinyatakan boleh dikembalikan ke negara asalnya," kata Hamzah ditemui di Rudenim sore kemarin.

‎Proses selanjutnya setelah mereka berada di Rudenim, ‎pihaknya akan berkordinasi dengan kedutaan mengenai jadwal pemulangan.

Saat ini pihaknya langsung membuatkan dokumen agar segera mungkin mereka dapat dideportasi.

Hamzah menjelaskan, sebelum dilimpahkan ke Rudenim Tanjungpinang, totalnya ada 19 warga negara asing (WNA), 18 warga negara kamboja dan 1 negara Thailand.

Satu WN Thailand tersebut merupakan nahkoda dan telah ditahan Kantor imigrasi Tarempa sejak bulan Juli lalu.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved