DJBC Khusus Kepri Kembali Tegah Kapal Bawa Bawang Merah Ilegal dari Malaysia

Untuk satu kapal pengangkut bawang merah ilegal, petugas menyita sebanyak 300 karung dengan total nilai sekira Rp 70 juta

DJBC Khusus Kepri Kembali Tegah Kapal Bawa Bawang Merah Ilegal dari Malaysia
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Bawang merah hasil penegahan DJBC Khusus Kepri beberapa waktu lalu 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Meski telah banyak yang ditangkap, namun upaya penyelundupan barang impor ilegal dari Malaysia tak henti-hentinya dilakukan pelaku.

Kali ini petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri kembali melakukan penegahan terhadap empat unit kapal bermuatan bawang merah serta barang campuran lainnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri Raden Evy Suhartantyo mengatakan jika penegahan dilakukan oleh kapal patroli yang tengah melaksanakan kegiatan patroli rutin di laut Kepri dan sekitarnya.

Untuk satu kapal pengangkut bawang merah ilegal, petugas menyita sebanyak 300 karung dengan total nilai sekira Rp 70 juta.

Pada tangkapan ini DJBC Khusus Kepri telah menetapkan sebanyak tiga orang tersangka.

"Kerugian negara yang dapat diselamatkan pada penegahan ini sekitar Rp 20 juta," kata Evy melalui rilisnya, Jumat (28/10).

Petugas Bea dan Cukai juga menangkap tiga kapal lainnya yang bermuatan barang impor campuran ilegal dari Malaysia.

Ketiga kapal itu bermuatan bawang merah, beras, dan barang lain asal Malaysia dengan tujuan pesisir timur Sumatera.

Adapun total muatan sekitar 850 karung bawang merah dengan total nilai barang sekitar Rp 400 juta.  Dari tangkapan ini menurut Evy, kerugian negara mencapai Rp 85 juta.

Ia menyebutkan pihaknya telah menetapkan sembilan orang tersangka dan telah dilimpahkan ke Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan.

"Bawang merah dan barang campuran lainnya itu diselundupkan dari Batu Pahat, Malaysia tujuan Sungai Kembung, Indonesia.

Dari kasus terakhir ini total nilai barangnya sekitar Rp 450 juta dengan taksiran kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp100 juta," ujarnya.

Saat ini petugas Bea dan Cukai terus melakukan patroli di perairan Kepri untuk menindak para pelaku pelanggar kepabeanan yang merugikan negara.

Tidak dapat disangsikan jika wilayah perairan Kepri merupakan jalur para penyelundup untuk memasukan barang impor ilegal menggunakan kapal laut dari negara tetangga.

"Patroli kita terus memburu para pelaku penyelundupan barang impor secara ilegal di perairan Indonesia dengan profesional," ujarnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved