Dua Biksu Palsu Asal Tiongkok Ini Sudah Pelajari Kota-kota yang Banyak Marga Tionghoa

Apakah mereka merupakan sindikat biksu palsu di Indonesia, Teguh belum memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Dua Biksu Palsu Asal Tiongkok Ini Sudah Pelajari Kota-kota yang Banyak Marga Tionghoa
Ekspose penangkapan biksu palsu WA Tiongkok oleh Kantor Imigrasi Batam, Jumat (28/10/2016) 

Teguh menyebut, keduanya datang ke Indonesia memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan. Yakni visa sosial budaya B-211.

Mereka masuk ke Indonesia lewat pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.

Terkait total dana yang didapat Sang dan Cai selama menjalankan aksinya itu, saat ini masih diselidiki.

Namun dari pengakuan keduanya, mereka datang ke Indonesia berbekal uang setara Rp 6 juta.

Terhadap kasus ini, pihak Imigrasi Batam juga telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama Kota Batam. Pihak Kemenag mendukung aksi yang dilakukan pihak Imigrasi Batam itu.

"Dari Kemenag menyatakan tindakan keduanya masuk penistaan agama," kata Teguh.

Kasi Pengawasan Keimigrasian Batam, Agung Nugroho menambahkan, sebelum diamankan, pihaknya memang sudah mendapat informasi dari masyarakat. Didukung pula dari pihak Kemenag.

"Soal biksu palsu ini memang arahan dari pusat. Kami juga berkoordinasi dengan Kemenag kalau ada orang-orang yang dicurigai, tolong dilaporkan," kata Agung.

Terhadap Sang dan Cai, keduanya akan ditindak sesuai undang-undang Imigrasi. Keduanya akan dideportasi ke negara asal. Turut hadir dalam konfrensi pers itu, Kabid Wasdakim Imigrasi Batam, M Novyandri dan Kasi Penindakan Keimigrasian Batam, Okky Derajat.

Kedua perempuan itu diamankan karena terlibat penistaan agama.

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved