Pekerja Asal Tiongkok di Pulau Manis Ternyata Digaji Murah. Berapa Upahnya?

Yang jelas kita selama bekerja semua sudah ditanggung. Mulai tempat tinggal sampai makan. Jadi uang gaji ini langsung dikirim ke keluarga

Pekerja Asal Tiongkok di Pulau Manis Ternyata Digaji Murah. Berapa Upahnya?
Tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di proyek Fantasy Island, Pulau Manis, Belakangpadang, saat disidak oleh Kantor Imigrasi, Kamis (27/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Para tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di proyek Funtasy Island, Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang, ternyata digaji murah.

Meski Gaji yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun kemudahan untuk mendapatkan kerja di Indonesia, khususnya Batam, membuat mereka mau bekerja di Batam.

Para TKA Tiongkok cukup mendaftarkan dirinya di perusahaan penyalur tenaga kerja di negara sendiri. Mereka kemudian disalurkan melalui sponsor mereka di Indonesia.

"Gaji saya dan teman-teman tidak penuh, setelah dipotong pihak penyalur dan perusahaan yang menjadi sponsor. Paling tingggi saya mendapatkan gaji bersih selitar Rp 2,6 juta," kata Li Jinwang, seorang TKA Tiongkok yang bekerja di Pulau Manis.

Li Jinwang mengatakan, sebanyak 36 TKA asal Tiongkok, termasuk dirinya, mendapatkan izin selama enam bulan yang bekerja dalam proyek resort di Pulau Manis itu.

Perusahaan yang menjadi sponsor adalah PT Europe Marine Control Indonesia, Perusahaan ini yang mengurus semua dokumen TKA ini. "Biaya pengurusan dokumen langsung dipotong dari gaji," katanya.

Li Jinwang tidak bisa berbahasa Indonesia atau Inggris. Saat menjelaskan hal itu kepada petugas Imigrasi Batam, diterjemahkan oleh kawan-kawannya.

Menurut Jinwang, walaupun gaji dipotong tidak menjadi masalah baginya. Baginya, bisa bekerja saja sudah cukup.

"Yang jelas kita selama bekerja semua sudah ditanggung. Mulai tempat tinggal sampai makan. Jadi uang gaji ini langsung dikirim ke keluarga yang berada di Tiongkok," katanya.

Li Jinwang yang bekerja sebagai tenaga welding specialist ini mengaku tidak tahu apa saja kategori orang asing yang bisa bekerja di Indonesia.

"Saya diterima saja sudah syukur. Gaji saya bisa untuk keluarga. Ya, untuk aturan di Indonesia saya tidak tahu karena semua sudah diurus perusahaan sponsor," katanya.

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved