BPOM Sita Ribuan Kosmetik Ilegal di Karimun, Ini Alasannya

BPOM menyita ribuan kosmetik tanpa izin edar di Karimun. Ini penjelasan BPOM

BPOM Sita Ribuan Kosmetik Ilegal di Karimun, Ini Alasannya
tribunbatam/elhadif putra
Petugas BPOM menyita ribuan kosmetik ilegal di Karimun, Rabu (2/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Pengawasan rutin Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) Batam temukan ribuan kosmetik tanpa ijin edar di pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun pada Rabu (2/10).

Petugas BPOM Batam yang memimpin kegiatan pengawasan, Angga menyebutkan ribuan pcs kosmetik ditemukan pihaknya di tiga toko di pasar Puan Maimun. Pada umumnya kosmetik ilegal itu berasal dari Negara Malaysia dan Thailand yang sama sekali tidak memiliki izin edar dari BPOM.

"Yang kita aamankan sekitar 3.000 kosmetik di tiga sarana. Ada juga kosmetik lokal, tapi umumnya berasal dari luar negeri. Tapi semua yang kita sita kali ini tidak memiliki izin edarnya," kata Angga.

Dijelaskan Angga, pengawasan ini dilakukan BPOM di seluruh indonesia. Sesuai dengan peraturan mengenai makanan dan obat harus memiliki izin dari BPOM. Bahkan diantara produk kosmetik ada yang telah dilarang peredarannya karena terbuat dari bahan yang berbahaya.

"Ada diantaranya berasal dari pabrik warning karena mengandung merkuri yang dapat menyebabkan kanker," kelas Angga.

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas kemudian menyita dan memberi peringatan terhadap para pedagang. Selanjutnya, ujar Angga, BPOM akan menelusuri orang-orang yang mendistribusikan produk-produk kosmetik ielgal yang beredar luas di masyarakat.

"Kita menelusuri dari penjual. Dan mencari yang mendistribusikan produk pada mereka. Penjual tidak diberi sangsi hanya membuat surat peringatan," ujar Angga.

Setelah hasil pengawasan dikumpulkan, petugas langsung memusnahkannya dengan cara dibakar. Pemusnahan langsung dilakukan di tempat pembuangan sampah sementara yang berada di belakang pasar Puan Maimun. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved