Angka Cerita

Inilah Daftar 10 Kota Paling Berwarna di Dunia, Satu Jadi Tempat Tinggal Bapak Dongeng HC Andersen

Inilah 10 kota paling berwarna di dunia, satu di antaranya jadi tempat tinggal pengarang terkenal HC Andersen. Simak detailnya berikut

Inilah Daftar 10 Kota Paling Berwarna di Dunia, Satu Jadi Tempat Tinggal Bapak Dongeng HC Andersen
IST
Salah satu sudut berwarna kota Burano, Italia 

Pada 1760, sejumlah bangunan didirikan di Bo-Kaap dan kemudian disewakan kepada para budak itu. Akhirnya para budak membeli rumah-rumah itu dan mengecatnya dengan berbagai warna untuk mengekspresikan kebebasan dan kebahagiaan.

Bo-Kaap museum merupakan bangunan tertua yang dibangun pada 1760. Museum itu masih berdiri dalam bentuk aslinya dan mengisahkan kehidupan para budak di tempat itu.

7. Chefchaouen, Maroko
Kota kecil nan indah ini terletak di pegunungan Rif, sebelah barat laut Maroko. Kota yang didominasi bangunan berwarna biru ini merupakan tujuan turis yang sangat populer.

Warna biru di kota ini pertama kali diperkenalkan para pengungsi Yahudi pada 1930. Warna biru, dalam agama Yahudi, merupakan simbol langit dan surga.

Sehingga warna biru ini berarti manusia harus menjalani hidup dengan keseimbangan spiritual.

Warga lokal Chefchaouen secara reguler mengecat ulang berbagai bangunan di kota itu untuk mengenang sejarah tempat itu.

Uniknya, warna biru di kota ini nampak berbeda di masa yang berbeda. Misalnya di saat musim hujan, Chefchaouen terlihat seperti sebuah kawasan perairan berwarna biru cerah.

8. Longyearbyen, Norwegia
Kota ini terletak di kepulauan Svalbard, Norwegia yang merupakan kota paling utara di dunia.

Nama kota ini diambil dari John Longyear, seorang pria Amerika yang mendirikan perusahaan batubara Arktik pada 1906.

Bangunan rumah di kota ini sebagian besar dibuat dari kayu dan dilapisi cat aneka warna yang digunakan untuk membedakan bangunan dengan tanah beku abadi di kota itu.

Kota Longyearbyen berpenduduk 2.040 orang dan tak memiliki jaringan jalan raya di dalam kota. Mobilitas warga kota ini sangat tergantung dengan skuter salju.

9. La Boca, Argentina
La Boca adalah nama salah satu kawasan permukiman di Buenos Aires, ibu kota Argentina. Tempat ini sangat dikenal dengan rumah-rumah kayu beraneka warna dan trotoar yang sangat ramah pejalan kaki.

Banyak komunitas seniman tinggal di La Boca. Para seniman ini terkadang menggunakan rumah-rumah berwarna itu sebagai latar belakang untuk mendukung penampilan mereka.

Daya tarik lain La Boca adalah tarian "Tango" yang bisa ditemukan hampir di seluruh sudut La Boca. Tempat ini juga kerap dijadikan lokasi pameran foto atau lukisan.

10. Saint John, Kanada
Kota ini terletak di provinsi New Brunswick dan merupakan kota tertua di Kanada, dibentuk pada 1785.

Kota ini dibangun di Teluk Fund yang indah dan kerumunan bangunan berwarna yang menjadi tujuan wisata populer bisa ditemukan di pusat kota ini.

Deretan rumah kayu berwarna di pusat kota dikenal dengan nama "Jellybean Row" meski tak satupun jalan di kota Saint John menggunakan nama tersebut.

"Jellybean Row" adalah istilah lokal yang digunakan untuk menyebut deretan rumah berwarna di pusat kota.

Diyakini, warga kota Saint John mengecat rumahnya dengan beraneka warna cerah agar tetap terlihat indah meski di musim dingin yang berkabut. (Kompas.com)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help