Kasus Korupsi Masuk Syarat Penilaian Adipura, Ini Reaksi Bupati Karimun

Syarat mendapatkan piala Adipura Kirana dan Buana, daerah bersangkutan harus bebas dari kasus korupsi. Ini reaksi Bupati Karimun

Kasus Korupsi Masuk Syarat Penilaian Adipura, Ini Reaksi Bupati Karimun
tribunbatam/rachta yahya
Piala Adipura buat Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Anugerah Adipura edisi tahun 2017 segera dimulai.

Kabupaten Karimun sebagai peraih piala Adipura Kirana edisi sebelumnya (2016), sejak beberapa hari belakangan mulai menyusun langkah minimal mempertahankan raihan tahun lalu.

Mekanisme penilaian kembali Pemkab Karimun pelajari.

Ada yang cukup menarik dalam mekanisme penilaian Adipura, salah satu tidak adanya kasus korupsi di suatu daerah menjadi salah satu syarat pengusulan anugerah Adipura Buana dan Kirana.

Syarat lainnya yakni NA melebihi cut off point, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak open dumping, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tidak ada kasus pertambangan.

Sementara untuk pengusulan anugerah Adipura Paripurna antara lain tiga tahun berturut-turut meraih anugerah Adipura Paripurna sebelumnya, peringkat lima besar MB , 10 besar SK dan TPA tidak open dumping.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat menggelar rapat koordinasi di kantor Bupati Karimun, jalan Poros, Rabu (2/11/2016)

meminta masyarakat Kabupaten Karimun ikut andil dan berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran hidup bersih minimal di lingkungan masing-masing.

Rafiq juga meminta tim Adipura tahun lalu untuk segera diaktifkan kembali, salah satunya kembali menggelar gotong-royong bersama-sama di zona yang telah disepakati.

Ia juga meminta jajarannya di pemerintahan untuk memperbanyak Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di titik yang dinilai rawan sampah seperti pasar, daerah perkotaan dan pusat perniagaan.

“Saya minta tim adipura tahun lalu diaktifkan kembali, zona kembali dibagi, atau diingatkan, mana tau sudah lupa.

Selain itu yang lebih penting kesadaran masyarakat untuk membiasakan hidup bersih minimal di lingkungan masing-masing,” kata Rafiq.

Bahkan Rafiq menaikkan insentif tenaga kebersihan atau yang lebih dikenal dengan pasukan kuning dari Rp 750 ribu menjadi Rp 1 juta atau naik sekitar Rp 250 ribu. (*) 

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help