Komandan Lantamal Tanjungpinang Belajar Keamanan Maritim di Amerika Serikat

Sektor keamanan Laut Cina Selatan menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui Bakamla, bahkan mengutus Danlantamal Tanjungpinang belajar ke Amerika

Komandan Lantamal Tanjungpinang Belajar Keamanan Maritim di Amerika Serikat
tribunbatam/thom limahekin
Suasana belajar keamanan maritim di Amerika Serikat

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bakamla RI, Irjen Pol Satria F Maseo selaku Ketua Delegasi RI didampingi Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama TNI S Irawan menghadiri kegiatan symposium di New Mexico Technical (NMT) University, Socorro, New Mexico, Amerika Serikat, 30 Oktober-6 November 2016.

Selain keduanya, Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Ir. Harry Mulya, serta Perwira Analisis Kebijakan Baharkam Polri, Brigjen Pol. F. F. J. Mirah pun turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan bertema "Maritime Security and Technology" tersebut juga diikuti oleh perwakilan Baharkam, Polisi Air, Kemenko Maritim, Kementerian Luar Negeri, KKP, dan Satgas 115 sebagai anggota delegasi RI.

Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa pihak AS melalui US Department of Justice, International Criminal Investigate Training Assistant Program (USDOJ-ICITAP) bekerja sama dengan NMT.

Simposium tersebut dilaksanakan sebagai Capacity Building dan tindak lanjut atas memorandum kerja sama RI-AS Bidang Maritim pada 18 Oktober 2016 dan implementasi Rencana Aksi Bidang Maritim RI-AS khususnya terkait Keamanan Maritim dan IUU Fishing.

"Simposium bertujuan membahas potensi kerja sama konkret RI - AS bidang keamanan maritim guna membantu Indonesia dalam pemberantasan IUU Fishing, dan meningkatkan sinergi antar kementerian/lembaga di bidang keamanan maritim," kata Irawan, Selasa (8/11/2016) pagi.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan simposium tersebut peserta menerima paparan teknis dari tiga orang ahli yaitu Dr Chris Elvidge (NOAA), Mr. Payem Banazedeh (Capela Space Corp) dan Dietrich Bachman (Divisi Riset - NMT) serta melaksanakan diskusi terkait tantangan yang dihadapi.

Chris Elrvidge (NOAA) menyampaikan paparan terkait Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) yakni teknologi deteksi kapal yang dilakukan melalui sensor cahaya oleh satelit.

Payem Banazadeh dari Capela Space Corp (CSC) menyampaikan paparan terkait teknologi Cube Satellite, yang dikatakan memiliki kelebihan tidak tergantung cahaya dan kondisi cuaca (awan), serta menghasilkan gambar yang jelas secara konstan dalam memperoleh informasi kapal meliputi deteksi, klasifikasi, serta jalur/arah kapal.

Dietrich Bachman dari Divisi Riset NMY menyampaikan paparan terkait pengembangan software behavioural modelling sebagai alat deteksi aktivitas IUU Fishing yang diharapkan menjadi alert system, membantu stakeholder dalam melakukan deteksi, investigasi dan memperbaiki kekurangan penempatan resources dalam upaya pemberantasan UU Fishing.

"Selain kegiatan paparan dan diskusi, delegasi RI juga berkesempatan untuk mengunjungi High Intensity Drug Trafficking Area (HIDTA) yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah RI untuk pembentukan kerja sama sejenis (fusion process) bidang maritim,

khususnya karena pada saat ini Bakamla RI sedang membangun suatu fasilitas yang menjalankan fussion process dan mempunyai teknologi sendiri," terang Danlantamal IV Tanjungpinang yang mengaku mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan demo peledakan bom mobil di pusat Energetic Material Research and Testing Center di NMT. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved