Hati-hati. Ternyata Swissindo Sudah Masuk ke Tanjungpinang. BPR Resah

Tetapi, saat ini lembaga tersebut telah merambah di Tanjungpinang dan membuat beberapa BPR maupun perbankan umum lainnya menjadi resah.

Hati-hati. Ternyata Swissindo Sudah Masuk ke Tanjungpinang. BPR Resah
Pertemuan perbankan dan lembaga keuangan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (11/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kepulauan Riau mulai resah dengan nasabah yang mengaku telah melunasi utang melalui UN Swissindo World Trust International Orbit atau lebih dikenal dengan Swissindo.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Riswandi Ismail di sela-sela kegiatan Ototitas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kepulauan Riau, di Batam, Kamis (10/11).

"Swissindo ini mulai sampai di sini, khususnya di Tanjungpinang. Teman-teman di sana mengeluhkan, ada nasabah yang tidak mau melunasi kreditnya dengan alasan sudah memiliki jaminan pelunasan dari Swissindo," ujarnya.

Padahal, kata dia, Swissindo ini telah dinyatakan oleh OJK pusat sebagai lembaga keuangan ilegal.

Tetapi, saat ini lembaga tersebut telah merambah di Tanjungpinang dan membuat beberapa BPR maupun perbankan umum lainnya menjadi resah.

Pasalnya, para nasabah yang merasa tergabung dengan Swissindo sudah enggan lagi melunasi kreditnya.

"Berdasarkan keterangan dari teman-teman, cara kerja Swissindo ini dengan mencari nasabah yang kreditnya macet. Kemudian dijanjikan akan diberikan surat jaminan pelunasan setelah nasabah tersebut mendaftarkan diri menjadi anggota Swissindo," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah nasabah kredit perbankan di Tanjungpinang yang telah menjadi nasabah Swissindo itu.

Namun, hal ini bisa menjadi wabah atau terus membesar karena sistem rekrutmen yang digunakan oleh Swissindo ialah memanfaatkan nasabah yang terbelit kredit macet.

Ia pun berharap agar OJK bisa mengambil tindakan tegas atas keberadaan Swissindo tersebut karena oleh OJK pusat telah dinyatakan ilegal. Riswandi khawatir apabila semakin banyak orang yang menjadi korban dari Swissindo ini.

Halaman
12
Penulis: Abd Rahman Mawazi
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved